Legend of Climbing Indonesia Sebut Jalur Ekstrem Basel Layak Jadi Event Internasional

Avatar photo

TOBOALI, LASPELA – The Legend of Climbing Indonesia, Muzakir memuji jalur ekstrem di ajang Trabas Alam South Bangka Island (Trasi) 2026. Hal ini dikarenakan jalur ekstrem sepanjang 26 Km serta jalur evakuasi 36 Km sangat terbilang cukup lengkap.

Dzakir sapaan akrabnya mengaku telah puluhan kali menjajal Tanah Sumatera. Namun baru di Bangka Selatan, dirinya merasa jalur trabas tersebut tak pernah ia jumpai sebelumnya. Sebab, jalur di Bangka Selatan memiliki lumpur, batu dan tanjakan yang sangat kompleks.

“Luar biasa top markotop jalur Bangka Selatan. Selama merasakan Tanah Sumatera, berpuluh-puluh kali, itu yang lengkap saya rasa cuma di sini. Kenapa saya katakan lengkap, ada lumpur, ada tanjakan, ada batu,” katanya kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

“Di Tanah Sumatera mana ada itu kalau mau nyari batu kalau gak di sini, setahu saya. Kalau menurut saya ya, jangkan event nasional, event internasional pun kalau ditaruh di sini saya rasa berani. Kapasitasnya memadai jalurnya,” ujar Juara Nasional Tanjakan Indonesia itu.

Dalam ajang yang menjadi rangkaian peringatan HPN 2026 dan HUT ke-23 Kabupaten Bangka Selatan itu, Dzakir mengaku takjub saat menjajal zona tiga. Bukan tanpa alasan, jalur tersebut mengingatkan dirinya tentang Rumania yang menjadi pusat enduro dunia.

“Zona tiga itu benar-benar saya merasa wah ini Rumania banget. Bahasa kita kalau Rumania itu pusat enduro dunia, ya macam-macam kayak gitulah. Tapi, kalau boleh kita saran, teman-teman yang mengelola jalur Bangka Selatan. Ada sedikit catatan,” ungkap Dzakir.

Ia harap pengelola dapat memperbaiki rentang antara posisi start dengan jalur ekstrem yang begitu dekat. Seharusnya jarak dibuat longgar terlebih dahulu agar bisa memecah para offroader usai melakukan strat sebelum memasuki jalur ekstrem sehinga tidak terjadi stag.

“Jadi jangan sampai ketika baru start langsung dikasih jalur ekstrem. Karena apa, mereka itu masih kumpul, masih jadi satu kan, begitu kita kena ekstrem, langsung lumpuh. Jadi biarkan mereka start itu, masukkan dulu, biar mereka pecah, baru kita kasih esktrem,” ujar dia.

“Kalau ini tadi, kalau kita boleh kasih masukan, ini kan tadi langsung ekstrem kita, begitu kita start ke luar aspal langsung ekstrem. Makanya di situ stag sampai saya lebih 1 jam setengah, itu yang menurut saya yang harus dikritisi,” jelas Muzakir.

Memang, secara keseluruhan, jalur ini tak hanya menyajikan pemandangan yang indah. Offroader harus melintasi jalur alam menantang sepanjang 26 Km. Setelah start di Komplek Kantor Pemkab Bangka Selatan, mereka harus melewati jalur kawasan Bukit Parit 9.

Kemudian menuju Gunung Muntai dan Bukit Tagen. Dilanjutkan ke Air Terjun Parit 7, Dusun Tambang 5 dan Dusun Harapan Mulia, Desa Keposang, Kecamatan Toboali sebelum kembali ke garis finish di Komplek Perkantoran Pemkab Bangka Selatan. (Pra)

[Heateor-SC]