Reses di Desa Nyelanding, Yogi Maulana Disambut Hangat dan Tampung Aspirasi Warga

Avatar photo
Anggota DPRD Babel Yogi Maulana saat menggelar kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Sidang II Tahun 2026 di Desa Nyelanding, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (16/1/2026). (Foto: ist)

AIR GEGAS, LASPELA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yogi Maulana melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Sidang II Tahun 2026 di Desa Nyelanding, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (16/1/2026).

Kehadiran Yogi Maulana, yang akrab disapa Yogi ini disambut antusias oleh warga. Suasana reses berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyatnya.

Dalam sambutannya, Yogi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan ramah yang diberikan warga Desa Nyelanding.

Baca Juga  Kuota BPJS Bantuan Pemprov Babel Dipangkas, dari 173 Ribu Kini Tinggal 90 Ribu Jiwa

“Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini. Saya juga mohon maaf apabila selama pelaksanaan reses terdapat hal-hal yang dirasa belum sempurna,” ujar anggota Komisi III DPRD Babel itu.

Sebagai salah satu putra daerah Bangka Selatan, ia mengajak para konstituen untuk menyampaikan aspirasi dan usulan secara tertib, terbuka, dan konstruktif demi kepentingan bersama.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, di antaranya usulan pengaspalan jalan, permohonan bantuan bibit kelapa sawit, serta renovasi masjid guna menunjang kenyamanan beribadah.

Baca Juga  Konflik Manusia dan Buaya Disebabkan Habitat yang Rusak

Menanggapi aspirasi tersebut, Yogi menjelaskan bahwa secara umum beberapa ruas jalan di Desa Nyelanding berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun demikian, terdapat pula ruas jalan tertentu yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

Sementara terkait usulan bantuan lahan dan bibit sawit, Yogi meminta masyarakat untuk terlebih dahulu mempertimbangkan secara matang jenis usaha yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga setempat.

“Harus dipikirkan terlebih dahulu, kira-kira sektor usaha apa yang paling cocok untuk dikembangkan oleh masyarakat di sini,” tutupnya. (chu)

 

 

[Heateor-SC]