Imbas Sulit Dapati Gas 3 Kilogram di Toboali, Masyarakat Beralih ke Gas 12 Kilogram

Avatar photo

TOBOALI, LASPELA – Fenomena kelangkaan gas LPG non subsidi 12 kilogram di Toboali, Bangka Selatan sudah berlangsung sejak beberapa hari ini.

Kelangkaan ini disebabkan karena masyarakat sulit mendapatkan LPG subsidi 3 kilogram. Sehingga gas 12 kilogram menjadi alternatif masyarakat.

Salah satu pangkalan gas LPG di Toboali, Basel, Aphiang menyebutkan gas 12 kilogram menjadi pilihan masyarakat untuk membeli karena disebabkan sulitnya mendapatkan gas subsidi 3 kilogram.

“Sebenarnya bukan langka, cuma lagi ramai gas 3 kilogram gara-gara gelombang tinggi dan cuaca buruk, jadi masyarakat mengalihkan ke gas 12 kilogram. Apalagi gas 12 kilogram ini susah didapat karena di toko-toko kelontong tidak ada persiapan,” katanya, Kamis (29/1/2026).

Ia menyebutkan, jika masyarakat mau membeli gas lpg 12 kilogram bisa di pangkalan. Hanya saja persediaannya tidak sebanyak yang gas lpg 3 kilogram.

“Selama ini di toko-toko kurang persediaan gas 12 kilogram karena masyarakat jarang yang cari yang 12 kilogram, hanya mencari 3 kilogram,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, selama persediaan gas lpg 12 kilogram ada di pangkalan memang sedikit susah menjualnya karena masyarakat lebih ke gas lpg 3 kilogram.

“Kami selalu ada stok yang gas 12 kilogram cuma kurang laku,” ungkapnya.

Ia menyebut setiap pengiriman gas lpg dsri depot ke pangkalan 240 tabung dengan harga jual Rp 205 ribu per tabung gas nya.

“Kalau kami ada terus pengiriman gas 12 kilogram ke pangkalan. Setiap masuk gas 12 kilogram ke pangkalan kami sebanyak 240 lebih tabung gas dengan harga jualnya Rp 205 ribu per tabungnya,” ujarnya.

Namun demikian, per hari ini, Kamis, 29 Januari 2026 gas lpg 3 kilogram sudah mulai masuk lagi, kemungkinan 2 sampai 3 hari kedepan gas 3 kilogram sudah normal penjualnya.

“Mungkin dalam 2 atau 3 hari nanti gas 3 kilogram sudah normal kembali karena hari ini sudah ada masuk gas 3 kilogram ke semua pangkalan,” pungkasnya. (Pra)

[Heateor-SC]