SUNGAILIAT, LASPELA — Hingga saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka belum menemukan kasus positif super flu di wilayahnya.
Epidemiolog Kesehatan Dinkes Kabupaten Bangka, Sopianto mengatakan, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait warga yang terkonfirmasi positif terinfeksi super flu.
“Sampai saat ini kami belum menerima data ataupun laporan terkait kasus super flu di Kabupaten Bangka,” kata Sopianto, Kamis (29/1/2026).
Meskipun belum ditemukan kasus positif, pihaknya mendapati puluhan kasus suspek di salah satu sekolah. Para siswa tersebut menunjukkan gejala yang mirip dengan super flu.
“Kami baru menemukan kasus suspek di salah satu sekolah, sekitar puluhan orang dengan gejala yang mirip-mirip super flu,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Bangka langsung melakukan pemeriksaan lanjutan.
Dari hasil skrining awal, lima siswa diambil spesimennya untuk pemeriksaan lebih lanjut dan telah dikirim ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan. Seluruhnya masih dalam kategori suspek dan belum ada yang dinyatakan positif,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu berat atau berkepanjangan.
Super flu adalah istilah populer untuk infeksi virus influenza tipe A (H3N2) subklade K yang lebih agresif, menular cepat, dan menimbulkan gejala lebih berat daripada flu biasa, seperti demam tinggi, nyeri otot atau sendi hebat, dan lemas ekstrem.
Varian ini telah terdeteksi di Indonesia, dengan risiko komplikasi lebih tinggi pada lansia dan anak-anak, serta masa pemulihan yang lebih lama. (mah)

