Masih Hidup
Kau bersedih di atas tanah
Memisahkan tubuh atas katanya
Kau bukan lagi guru pasir, bukalah pikir
dan kau adalah kaktus yang masih hidup
di bawah ketandusan (*)
Gengsi Pada Elegi
Galeri kembali meraup pagi
Mengantongi yang bersembunyi dan tak serupa waktu yang mati
Sesajak tawa pada akhirnya merenggut masa
Kisah perlahan memburam,
tak lagi terang,
berevolusi bersama kelam
Kau berlayar tak menentu, mencari tempat berlabuh
Barisan kerap menunggu bersama rindu, katanya tak lagi memangku
“Kau menutup jalan pulang” (*)
Tanah dan Hujan
Bila kau adalah tanah
Dan aku adalah hujan
Aku pasti bahagia
Walau aku jarang turun
Namun aku tetap ada untukmu (*)


