Kucuran Dana Desa di Basel Tahun 2026 Alami Penurunan Hingga Selisih Rp 33 Miliar

Avatar photo

TOBOALI, LASPELA – Dana Desa di tahun 2026 mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yakni sekitar Rp 33.051.869.000.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Selatan Gatot Wibowo pada Jumat (23/1/2026).

“Dana Desa Reguler tahanun 2026 sebesar Rp. 16.811.422.000. Sementara Dana Desa 2025 Rp. 49.863.291.000 terdapat selisih diluar DD KDMP sebesar Rp. 33.051.869.000,” kata Gatot.

Ia menyebutkan, Dana Desa 2026 akan diperuntukkan kepada Bantuan Tunai Langsung (BLT), Ketahanan Pangan dan penekanan Stunting.

“Namun selebihnya masih ada Dana Desa Koperasi Desa Merah Puith (KDMP) yang besarannya menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan,” ujarnya.

Sementara, untuk Dana Desa tahun 2025 ada 2 kategori yakni Dana Desa Earmark atau ditandai wajib dilaksanakan yang penggunaanya sudah ditentukan dari pusat.

“Seperti untuk BLT maksimal 15 persen,
Ketahanan pangan minimal 20 persen Stunting dan pembangunan infrastruktur desa sesuai prioritas pembangunan desa,” terangnya.

Sedangkan DD NON EARMARK yang tidak ditandai yakni penggunaannya disesuaikan dengan prioritas desa berdasarkan musyawarah desa.

“Untuk kategori prioritas yakni menyesuaikan dengan kondisi desa berdasarkan kegiatan yang wajib dilaksanakan atau yang diputuskan dengan musyawarah desa,” ungkapnya.

Terpisah, Kades Air Bara, Muklis menyebutkan untuk Dana desa Air Bara tahun 2026 yakni Rp 373.456.000.

Dengan penurunan dana desa itu, pihaknya akan melakukan Musyawarah desa terlebih dahulu untuk menetapkan kegiatan prioritas yang sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

“Penekanannya dengan melaksanakan Musdes beberapa yang menjadi prioritas yang diutamakan sesuai dengan PMK nya yakni 8 prioritas,” sebutnya.

Guna menutup kekurangan Dana Desa itu, kata Muklis pihaknya akan memaksimalkan pendapatan asli desa atau PADes dan mengecilkan operasional.

“Untuk menurup kekurangan tersebut kita akan mengambil langkah-langkah yang dinilai efektif dalam yakni memaksimalkan PADes dan mengecilkan operasional,” pungkasnya. (Pra)

[Heateor-SC]