Truk Bergoyang dalam Feri, Rusak Muatan Lain di Kapal Munic, Diduga Langgar SOP

* Awak Kapal Sebut Akibat Ombak Besar

Avatar photo
Tangkapan layar mobil truk menimpa minibus saat berada di atas kapal Munic tujuan Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok.

MENTOK, LASPELA  — Video berdurasi 55 detik yang memperlihatkan mobil truk berwarna hijau bergoyang dan menimpa minibus berwarna silver, viral di media sosial (medsos), Jumat (23/1/2026).

Video itu direkam pada Kamis malam, dimana mobil tersebut merupakan muatan kapal PT Munic Line dengan rute Pelabuhan Tanjung Api-api ke Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok.

Muatan kapal tersebut terlihat melanggar standar operasional prosedur (SOP), dimana mobil yang dimuat dalam kapal tidak diikat, sehingga bergoyang hebat dan menimpa kendaraan lain.

GM ASDP Cabang Bangka, Agustinus Cahyo menyampaikan, kapal tersebut berhasil sandar di Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar) pukul 19.00 WIB.

“ASDP hanya operator pengelola pelabuhan, kejadian semalam itu di kapal non ASDP,  artinya bukan dalam tanggung jawab atau kuasa ASDP,” ucapnya, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga  UBB Tetapkan Kuota SNBP, SNBT, dan Mandiri Tahun 2026/2027, Segini Daya Tampung Mahasiswa Baru

Cahyo juga menyampaikan, pihaknya juga tidak monitor terlalu jauh, karena memang sudah tanggung jawab manajemen masing-masing penyedia angkutan.

“Kalau terkait kejadian kapan dan dimana, bisa konfirmasi ke pihak penyedia. Karena kami tidak monitor sedalam itu,” ucapnya.

Cahyo mengatakan, saat ini pihak penyedia harus benar-benar memperhatikan SOP sebelum keberangkatan, lantaran cuaca ekstrem angin kencang dan gelombang tinggi sering terjadi.

“Secara SOP (kendaraan) harus diikat, iya betul. Karena kalau tidak diikat stabil, apalagi cuaca seperti ini gelombang membuat kapal bergejolak, posisinya kapal tidak jalan itu perlu diperhatikan,” ujarnya.

Baca Juga  Edi Nasapta: Infrastruktur Pendukung Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Belum Signifikan

Sementara itu, perwakilan dari PT. Munic line, Sugihartanto menyampaikan insiden tersebut disebabkan faktor cuaca yang ekstrem. Namun dia memastikan tidak ada korban dari kejadian itu.

“Alhamdulillah korban tidak ada, kalau faktor kendala cuaca, di tengah itu ombaknya sampai 1,5 meter bahkan 2 meter katanya, makanya kita menghindari ombak, tapi ternyata masih terkena goyangan,” katanya via sambungan telepon.

Sementara mobil yang mengalami kerusakan sudah dibawa ke bengkel untuk diperbaiki. Dan terkait SOP pelayaran, Sugihartanto mengarahkan konfirmasi ke pimpinannya.

“Untuk kendaraan yang rusak sudah ditangani oleh asuransi, langsung perbaikan semuanya. Nanti bisa langsung ke Mancab,” ujarnya. (oka)

 

[Heateor-SC]