SIMPANGTERITIP, LASPELA — Seorang warga Desa Pangek, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Sinta Mutiara Dewi, mengungkapkan bahwa tiga anaknya terancam tidak lagi menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Hal itu terjadi, kata Dewi setelah dirinya mengunggah kritik terkait menu MBG di media sosial (medsos) yang dinilai tidak bervariasi.
Dewi mengatakan, kritik yang ia sampaikan semata-mata berkaitan dengan menu makanan yang dinilainya kurang bervariasi. Menurutnya, selama sekitar dua bulan, menu MBG yang diterima anak-anaknya cenderung sama.
“Menunya itu-itu saja. Saya pernah bilang, kita di sini kan terkenal sebagai penghasil ikan. Jadi tolong lah menunya diganti sama ikan, biar anak-anak tidak bosan,” katanya, Kamis (22/1/2026).
Namun, kata dia dirinya mulai merasakan perubahan setelah menyampaikan saran dan masukan selama ini.
Salah satunya anaknya yang masih duduk di taman kanak-kanak sudah dilarang atau tidak diperbolehkan membawa pulang sisa makanan MBG, sehingga ia tidak bisa mengetahui menunya.
“Dimakan atau tidak dimakan kata gurunya tidak boleh dibawa pulang dan saya mulai sadar (karena) kemarin terakhir memposting tahu keras,” ucapnya.
Diketahui, ketiga anak Dewi, masing-masing saat ini menempuh pendidikan di tingkat SMP, SD, dan TK.
Menurutnya, hingga kini ketiga anaknya masih menerima MBG, namun ia mengaku mendapat ancaman bahwa pemberian makanan tersebut bisa dihentikan.
“Kalau untuk anak saya sejauh ini masih mendapatkan menu MBG cuma sudah ada ancaman akan di stop tidak mendapatkan makan MBG,” ujarnya.
Sementara itu, dia mengatakan jika memang ketiga anaknya tidak lagi menerima MBG, ia meninta untuk diganti dengan uang tunai saja.
“Kalau mau di berhentikan silahkan cuma gantikan uang karena ini kan hak anak, dapat MBG karena program presiden,” katanya. (oka)






