MENTOK, LASPELA — Seorang lansia bernama Adnan Sahid (67) warga Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), yang hilang sejak Kamis (8/1/2026) lalu, hingga kini belum berhasil ditemukan keberadaan.
Operasi pencarian korban pun telah dihentikan karena tidak menemukan tanda-tanda keberadaan, seperti peralatan laut dan perahu yang digunakan korban saat berangkat.
Komandan Pos SAR Unit Mentok, Fajar Permana menyampaikan, pada hari ketiga pencairan, pihaknya hanya menemukan jaring yang diduga milik korban.
Setelah operasi pencairan dilakukan, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda keberadaan lain, hingga akhirnya operasi ditutup karena sudah 7 hari pencarian dan masih nihil.
Fajar mengatakan, terdapat sejumlah kendala saat pencarian, mulai dari faktor cuaca, hingga minimnya informasi, sehingga sulit menentukan titik hilang.
“Kendala kita cuaca, ombak dan hujan. Serta minimnya saksi. Dan kita tidak tahu pasti kejadian dilapangan, apakah disapu ombak dalam perjalanan atau pas lagi menjaring,” katanya, Kamis (22/1/2026).
“Kami hanya mendapatkan informasi dari pihak keluarga korban, dimana dia biasa melaut dan itu kami jadikan titik duga awal,” sambung Fajar.
Menurut Fajar, pihak sudah berkoordinasi ke sejumlah kapal dan daerah-daerah yang diduga menjadi tempat hanyut korban, namun tidak ada barang atau tanda-tanda yang ditemukan.
“Kalau dihantam ombak, biasanya kapal korban ada kelihatan oleh tim kita atau kapal yang melintas, sekarang masih nihil,” ucapnya.
Dari peristiwa tersebut, Fajar mengimbau masyarakat, terutama para nelayan untuk memperhatikan peralatan keselamatan, seperti pelampung, alat komunikasi dan lainya, sebelum beraktivitas.
“Siapkan alat keselamatan, periksa kondisi mesin, serta perlengkapan lain sebelum berangkat,” katanya. (oka)






