SIMPANGTERITIP, LASPELA — Video yang memposting Kades mendatangi warganya viral di media sosial (medsos) facebook, vidio tersebut diambil di Desa Pangek, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Sinta Mutiara Dewi, pemilik akun yang memposting video tersebut mengaku didatangi Kepala Desa (Kades) Pangek, Sarmin, setelah dirinya mengunggah kritik terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya monoton.
Dewi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (22/1/2026), saat dirinya hendak pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan rumah tangga. Kedatangan kepala desa tersebut, menurut Dewi, berlangsung secara tiba-tiba dan disertai nada emosi mengebu-ngebu.
“Tadi pagi itu saya mau ke pasar, Pak Kades tiba-tiba datang dan marah-marah, jadi aku kaget. Aku mempertanyakan maksudnya Pak kades kesini apa?” kata Dewi saat ditemui di kediamannya, Kamis (22/1/2026).
Dia menjelaskan, Kepala Desa Pangek mempertanyakan unggahan Dewi di media sosial yang menampilkan menu MBG, ia mengaku heran karena merasa tidak menyinggung siapa pun dalam unggahannya.
“Katanya kanapa saya mosting – mosting (Menu) MBG ini, kan sudah dilarang. Karena tidak boleh, jadi saya kaget. Karena (setiap postingan) tidak ada menyenggol ataupun menyinggung siapa pun,” ucapnya.
Lebih lanjut, kata dia dirinya hanya mengunggah postingan yang bagus-bagus dan bisa menjadi bahan evaluasi.
“Tapi kata kades ini merugikan. Intinya tidak boleh. Dan kades mengancam akan mengusir kami kalau masih mau mengusir menu MBG,” katanya.
Menurut Dewi, kritik yang ia sampaikan murni terkait menu makanan yang menurutnya kurang bervariasi. Katanya selama sekitar dua bulan, menu MBG yang diterima anaknya cenderung sama.
“Tolong dong min besok-besok, tempenya di bacem supaya tidak keras tempe dan tahunya. Biasanya itu menunya, telur, ayam, telur dan ayam lagi. Ada dua kali menunya daging sapi,” ucapnya.
Menurut Dewi, postingannya hanya memberikan masukan supaya anak-anak tidak bosan dengan menu yang sama.
“Intinya, tidak ada postingan nyenggol orang, ataupun menyinggung. Saya pernah bilang, kita disini kan terkenal sebagai penghasil ikan, jadi tolong lah menunya di ganti sama ikan, biar anak-anak tidak bosan,” ujarnya. (oka)






