Gas Bersubsidi Sulit Dicari, Harga Tembus Rp35.000/ Tabung

Avatar photo
Foto ilustrasi gas bersubsidi di pangkalan gas.

PANGKALPINANG, LASPELA — Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram kembali terjadi  di sejumlah daerah di Kota Pangkalpinang beberapa hari terakhir.

Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil.

Pantauan di lapangan, tabung gas melon tersebut sulit ditemukan di pasar. Sebelumnya, gas ini tersedia di toko-toko kelontong di sejumlah titik.

Kalaupun tersedia, harganya melonjak tajam hingga mencapai Rp35.000 per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Sudah dua hari ini gas susah. Kalau ada pun mahal, sampai Rp35 ribu. Terpaksa beli karena mau tidak mau harus masak,” kata Rina, salah satu warga Air Itam, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga  PT TIMAH Tbk Salurkan 10.366 Paket Sembako untuk Korban Bencana dan Masyarakat Rentan

Hal senada disampaikan sejumlah pedagang kecil yang mengaku terpaksa menanggung biaya operasional lebih tinggi akibat kelangkaan gas. Sebagian bahkan memilih menghentikan sementara aktivitas usaha.

“Lah tiga hari kapal dak masuk te, nggak ada yang nganter gas, inipun ngambilnya sudah mahal, jadi ya mau dak mau lah jualnya juga tinggi,” sebut Akho.

Baca Juga  Datangi Kemenkeu, DPRD Babel Tagih Selisih Royalti

Kelangkaan ini diduga cuaca buruk berupa ombak besar membuat kapal pengangkut gas tidak bisa bersandar di pelabuhan.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat agar pasokan gas kembali stabil dan harga tidak terus melonjak, mengingat elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok masyarakat kecil.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga terkait penyebab kelangkaan maupun langkah antisipasi untuk menormalkan kembali distribusi elpiji 3 kilogram di wilayah Pangkalpinang dan sekitarnya. (*/rul)

 

[Heateor-SC]