Budi Firmansyah Tolak Perubahan Jadwal Musorkab KONI Bangka, Minta Diambil Alih KONI Provinsi

Avatar photo
Perwakilan Cabor Gulat, Budi Firmansyah, Sabtu (10/1/2026).

SUNGAILIAT, LASPELA — Penolakan terhadap perubahan jadwal Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Bangka Tahun 2026 menguat.

Budi Firmansyah, yang mewakili Cabang Olahraga (Cabor) Gulat sekaligus membawa aspirasi 19 cabor, menyatakan penolakan keras atas pengunduran jadwal Musorkab dari 7 Januari menjadi 17 Januari 2026.

“Jadi kawan-kawan menolak keras untuk melanjutkan Musorkab yang dilaksanakan oleh KONI Kabupaten. Kami minta diserahkan ke pihak provinsi, apa pun bentuknya, baik karateker atau mekanisme lain, demi mengedepankan asas netralitas, akuntabilitas,” tegas Budi, usai Rapat Anggota KONI Bangka, Sabtu (10/1/2026).

Menurutnya, jika pelaksanaan Musorkab diambil alih KONI Provinsi Bangka Belitung, prosesnya akan lebih kondusif dan objektif.

“Dengan diserahkan ke provinsi itu lebih soft, jalannya lebih lurus. Tadi Pak Andi sendiri mengeluhkan kerepotan melaksanakan Musorkab. Artinya kan ini bisa dianggap gagal dan tidak mampu. Kalau sudah tidak mampu, tidak ada salahnya meminta provinsi untuk melaksanakan Musorkab,” ujarnya.

Budi menilai, hingga saat ini pihaknya tetap menolak apabila Musorkab tetap dilaksanakan oleh KONI Bangka, mengingat berbagai dinamika dan dugaan pelanggaran yang terjadi selama proses berjalan.

“Kalau sampai hari ini, kami tetap menolak jika kabupaten yang melaksanakan Musorkab. Karena berbagai dinamika dan pelanggaran di situ,” katanya.

Meski demikian, Budi menyebutkan masih ada opsi penyelesaian yang ditawarkan KONI Provinsi Bangka Belitung, yakni pertemuan antara Plt Ketua KONI Bangka dengan pihak Samsul (calon ketua KONI) untuk mencari solusi bersama.

“Solusi kita sebagai orang Melayu. Apa pun persaingannya, kita tetap berkawan. Kita tetap menghargai Pak Andi yang sudah menjalankan roda organisasi ini. Mungkin dengan ngopi bareng itu bisa ditemukan solusi,” ujarnya.

Terkait alasan pengunduran jadwal yang disampaikan Plt Ketua KONI Bangka, Budi menilai sejumlah alasan tersebut kurang tepat. Salah satunya soal ketiadaan anggaran.

“Kalau alasan keuangan, sebenarnya dari awal sudah tahu. Pembuat anggaran kan mereka juga. Kenapa tidak dicantumkan dari awal? Kita tahu Januari tidak ada anggaran, kenapa tidak dilakukan sebelumnya, saat anggaran lama masih ada,” tegasnya.

Ia juga menilai persoalan anggaran seharusnya masih bisa dicarikan solusi.

“Kalau kata orang Bangka bilang, bisa ‘nganggung’. Pasti ada solusi,” tegasnya.

Selain itu, Budi juga menyoroti alasan mundurnya sekretaris KONI Bangka yang dijadikan salah satu faktor pengunduran jadwal Musorkab.

“Mundurnya sekretaris saya rasa kurang pas, karena KONI sebesar ini masa hanya bergantung pada Sekretaris, kan ada bidang organisasi dan bidang lain yang mengurus,” tukasnya. (mah)

[Heateor-SC]