Ada Jalan Tengah, KONI Babel Dorong Musorkab KONI Bangka Tetap Dilakukan oleh Kabupaten

Avatar photo
Rapat anggota KONI Bangka, Sabtu (10/1/2026).

SUNGAILIAT, LASPELA — Ketua KONI Provinsi Bangka Belitung, Ricky Kurniawan berharap pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Bangka tetap dapat dilaksanakan oleh KONI Kabupaten Bangka dan tidak diambil alih oleh KONI Provinsi.

Harapan tersebut disampaikan Ricky menyikapi dinamika penolakan dari 19 cabang olahraga (cabor) atas perubahan jadwal Musorkab yang semula dijadwalkan 7 Januari menjadi 17 Januari 2026.

“Kita tidak bisa memutuskan apa-apa dalam rapat ini, karena yang hadir hanya 11 dari total 30 cabor. Jadi tadi sifatnya hanya diskusi,” kata Ricky, usai rapat, Sabtu (10/1/2026).

Ia mengungkapkan, aspirasi penolakan perubahan jadwal Musorkab disampaikan oleh perwakilan satu cabor yang membawa mandat dari 19 cabor lainnya.

Dalam penyampaiannya, mereka menilai penjadwalan Musorkab sebelumnya cacat hukum dan meminta agar KONI Provinsi mengambil alih pelaksanaan pemilihan Ketua KONI Bangka.

“Dari 19 cabor itu diwakili oleh satu cabor, yaitu gulat. Mereka menyampaikan permintaan agar KONI Provinsi mengambil alih pelaksanaan Musorkab,” jelasnya.

Namun demikian, Ricky menyebutkan telah disepakati adanya jalan tengah yang akan ditempuh.

Salah satunya dengan upaya membujuk cabor-cabor lain agar Musorkab tetap dilaksanakan di bulan Januari oleh KONI Kabupaten Bangka.

“Setelah kita diskusi tadi ada jalan yang akan ditempuh dimana cabor yang mewakili untuk membujuk cabor lain agar musorkab tetap dilaksanakan pada Januari ini,” jelasnya.

Ricky menegaskan, KONI Provinsi sangat berharap persoalan ini tidak sampai diambil alih oleh provinsi, mengingat agenda KONI Bangka Belitung sendiri sudah cukup padat dalam waktu dekat.

“Karena Februari nanti KONI Provinsi juga akan melaksanakan Raker, dan Maret akan digelar pemilihan Ketua KONI Bangka Belitung,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga akhir Januari 2026, kewenangan masih berada di tangan Plt Ketua KONI Bangka.

Namun jika hingga batas waktu tersebut Musorkab tidak juga terlaksana, maka opsinya akan diambil alih oleh KONI Provinsi.

“Kalau sampai akhir Januari tidak sukses juga, maka di Februari kemungkinan akan diambil alih oleh provinsi,” tegasnya.

Menurut Ricky, alasan utama KONI Provinsi mendorong agar Musorkab tetap digelar di tingkat kabupaten adalah untuk menghindari keterlambatan yang berdampak pada persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Kalau sampai diambil alih provinsi, prosesnya akan memakan waktu lagi. Kasihan teman-teman atlet dan cabor yang sedang bersiap menuju Porprov,” tukasnya. (mah)

[Heateor-SC]