Dorong Ekonomi Kerakyatan, DKUKMINDAG Basel Salurkan Bantuan Alat ke 70 Pelaku UMKM

TOBOALI, LASPELA – Puluhan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mendapatkan bantuan perlengkapan alat usaha dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMindag).

Penyerahan bantuan kepada 70 pelaku UMKM di Kabupaten Bangka Selatan itu sebagai upaya memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.

Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati Basel Riza Herdavid didampingi Wakil Bupati Debby Vita Dewi, dihadiri Sekda Basel dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Basel.

“Program ini merupakan bagian dari kebijakan prioritas pemerintah daerah Basel untuk meningkatkan kapasitas usaha bagi pelaku UMKM agar mampu naik kelas,” kata Plt Kepala DKUKMindag Basel, Deka Indra, Senin (5/1/2026).

Menurut Deka, bantuan diberikan kepada pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha, seperti pedagang sayur, penggilingan daging dan bumbu, toko kelontong, rumah potong unggas, serta industri rumahan seperti dodol, bakso, kemplang, gula aren, penjahit, tukang kusen, dan kedai makanan.

Baca Juga  Bikin Semrawut, Tim Gabungan Tertibkan Pedagang di Terminal Mentok

“Bantuan yang disalurkan berupa peralatan usaha dan dukungan modal usaha yang disesuaikan dengan proposal yang telah diajukan oleh masing-masing pelaku UMKM di Basel. Penyaluran telah dilakukan secara selektif, hal ini agar tepat sasaran dan berkeadilan,” tuturnya.

Ia berharap, bantuan ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen nyata untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi daerah melalui sektor UMKM.

“Saya berharap juga para penerima bantuan dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baik mungkin agar usaha terus berkembang, mampu meningkatkan pendapatan, dan memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar,” harap Deka.

Baca Juga  Bikin Semrawut, Tim Gabungan Tertibkan Pedagang di Terminal Mentok

Lebih lanjut, Deka mengungkapkan bahwa keberhasilan program UMKM tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, akan tetapi dari dampak jangka panjang, terutama kemampuan usaha untuk berkembang dan menyerap tenaga kerja lokal.

“Berdasarkan data terakhir, potensi UMKM di Bangka Selatan menunjukkan tren positif. Momentum libur Natal dan Tahun Baru juga dinilai memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi, khususnya pada sektor kuliner, kerajinan, dan jasa,” ungkapnya.

“Pemkab Basel memastikan program bantuan UMKM akan terus berjalan secara berkelanjutan, disertai pengawasan berkala serta dorongan inovasi dalam kemasan dan strategi pemasaran, guna menjadikan UMKM sebagai kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Pra)

[Heateor-SC]