Bawaslu Pangkalpinang Masuk Tiga Besar Nasional Aktivitas Pencegahan Pemilu, Ini Indikator Utama Penilaiannya

Avatar photo
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pangkalpinang berhasil meraih peringkat ketiga terbaik nasional dalam kategori Aktivitas Pencegahan pada pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024/2025, Sabtu (20/12/2025).

JAKARTA, LASPELA — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pangkalpinang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Dari total 514 Bawaslu kabupaten/kota se-Indonesia, Bawaslu Pangkalpinang berhasil meraih peringkat ketiga terbaik nasional dalam kategori Aktivitas Pencegahan pada pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024/2025.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Bawaslu RI dalam Malam Penganugerahan Apresiasi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat.

Bawaslu Kota Pangkalpinang dinilai mampu menjalankan upaya pencegahan secara efektif terhadap potensi pelanggaran administrasi pemilu maupun dugaan tindak pidana pemilu.

Anggota Bawaslu RI, Totok Hariono bersama Lolly Suhenti, menjelaskan bahwa penilaian pencegahan tidak dimaknai sebagai nihilnya laporan pelanggaran.

Menurutnya, yang menjadi indikator utama adalah sejauh mana langkah-langkah pencegahan dilaksanakan secara sistematis dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Totok Hariono menambahkan, penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi atas kinerja terbaik jajaran Bawaslu di seluruh Indonesia.

Ia menegaskan bahwa peran Bawaslu tidak hanya sebatas pengawas tahapan pemilu, melainkan juga sebagai penjaga nilai-nilai demokrasi.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa Bawaslu adalah pekerja demokrasi, bukan sekadar pekerja pemilu,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kota Pangkalpinang, Imam Ghozali, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.

Ia menilai penghargaan dari Bawaslu RI menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dalam mengawal proses kepemiluan di Kota Pangkalpinang.

“Alhamdulillah, dengan segala ikhtiar yang telah dilakukan, Bawaslu Kota Pangkalpinang dapat meraih penghargaan ini. Prestasi ini menjadi pemantik bagi kami untuk terus berbenah dan bekerja lebih maksimal dalam menjaga kualitas demokrasi di Pangkalpinang,” ujar Imam.

Senada dengan itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kota Pangkalpinang, Wahyu Saputra, menegaskan bahwa capaian tersebut bukan semata keberhasilan lembaga Bawaslu.

“Penghargaan ini adalah milik bersama, milik seluruh stakeholder dan masyarakat Kota Pangkalpinang yang memiliki kepedulian terhadap integritas pemilu dan pilkada,” pungkas Wahyu. (dnd)

 

[Heateor-SC]