Tradisi Nganggung, Ratusan Dulang Semarakkan Perayaan Maulid Nabi di Masjid Asy-Syukur Opas Indah

Avatar photo
Editor: Iwan Satriawan
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Asy-Syukur, Kelurahan Opas Indah, Kota Pangkalpinang berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan, Sabtu (30/8/2025).

PANGKALPINANG, LASPELA – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Asy-Syukur, Kelurahan Opas Indah, Kota Pangkalpinang berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan, Sabtu (30/8/2025).

Sebanyak 300 dulang berisi aneka makanan tradisional khas tradisi “Nganggung” menghiasi halaman masjid sebagai simbol kebersamaan dan silaturahmi antarwarga.

Acara yang menjadi agenda rutin tahunan masyarakat Opas Indah ini juga dihadiri oleh tokoh pemerintah, tokoh agama, serta warga dari berbagai lapisan, menjadi ajang untuk memperkuat ukhuwah islamiyah setelah sempat terpecah dalam pesta demokrasi Pilkada sebelumnya.

Asisten Administrasi Umum Kota Pangkalpinang, Agusfendi, yang hadir membuka acara, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif warga dalam menyelenggarakan kegiatan Maulid Nabi secara meriah dan penuh nilai-nilai Islami.

“Pemerintah Kota Pangkalpinang sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan hari ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam rangka meneladani Rasulullah SAW, baik dari segi ucapan, perbuatan, maupun akhlak yang patut kita contoh,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi seluruh masyarakat, khususnya di Opas Indah, agar lebih mendekatkan diri kepada nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

“Makanya kegiatan ini sangat kita harapkan bisa menyentuh hati seluruh warga, sehingga benar-benar bisa meneladani Rasul kita, memperingati hari lahir beliau dengan penuh makna, dan semoga kita semua bisa mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW di hari akhir nanti,” tambahnya.

Selain itu, Agusfendi juga menyinggung soal persatuan pasca-Pilkada yang sempat memecah pilihan masyarakat. Ia menilai kegiatan ini menjadi momen penyatuan kembali seluruh elemen warga.

“Tentu kami sangat senang melihat kekompakan dan kebersamaan yang tercipta di tengah-tengah masyarakat kita. Setelah pesta demokrasi, mari kita lupakan segala perbedaan pilihan. Siapa pun yang terpilih, itu sudah menjadi keputusan bersama. Yang penting sekarang adalah kita kembali bersatu, menjaga keharmonisan, dan membangun daerah ini bersama-sama,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Masjid Asy-Syukur, Didi Mursidi, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran persiapan dan antusiasme warga yang begitu besar dalam menyambut perayaan Maulid Nabi kali ini.

“Alhamdulillah, semua persiapan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ada 300 dulang yang ikut menghiasi acara hari ini, dan seluruh dulang ini merupakan hasil sokongan dari warga sekitar. Ini bukti bahwa masyarakat kita sangat antusias dan peduli terhadap kegiatan keagamaan seperti ini,” ungkap Didi.

Ia juga menekankan bahwa perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat telah kembali rukun dan kompak setelah masa politik usai.

“Kami sangat senang sekali dengan apa yang telah digelar hari ini. Ini adalah bentuk dari kekompakan yang terjalin kembali. Masyarakat bersama-sama menjalin silaturahmi, saling membantu dan mendukung satu sama lain. Ini adalah momen yang mungkin tidak kita perkirakan sebelumnya, tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan penuh berkah,” tambahnya.

Lurah Opas Indah, Juni, yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, serta pemerintah setempat.

“Alhamdulillah, kegiatan ini merupakan kerja sama dari semua pihak. Kita bersinergi untuk menyelenggarakan kegiatan Maulid Nabi ini. Insya Allah, ke depan kegiatan seperti ini akan terus digelar dan bisa menjadi agenda tahunan bagi Kelurahan Opas Indah, bahkan kita dorong juga ke masjid-masjid lainnya di wilayah Pangkalpinang,” jelasnya.

Namun, ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang baik agar pelaksanaan kegiatan serupa dapat berjalan lebih baik di masa mendatang.

“Tentu untuk mewujudkan hal itu kita perlu berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan semakin berkembang. Kita ingin kegiatan keagamaan seperti ini bisa menjadi sarana membentuk karakter masyarakat yang religius, guyub, dan toleran,” pungkasnya.

Perayaan ini juga menjadi momen pertemuan berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya dihadiri oleh warga, tapi juga tokoh agama, aparatur pemerintah, dan pemuka masyarakat. Semua larut dalam semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Rasulullah SAW.

Tradisi nganggung yang kembali dihidupkan dalam perayaan ini menjadi simbol kuat budaya Melayu yang sarat dengan nilai-nilai sosial dan keagamaan.

Dengan 300 dulang yang dibawa dari rumah warga, semangat gotong royong dan kekeluargaan semakin terasa kuat. (Adv/dnd)

Leave a Reply