SUNGAILIAT, LASPELA — Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka menyebut dari 431 sapi yang terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), 289 diantaranya sudah dinyatakan sembuh atau sekitar 65 persen.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Syarli Nopriansyah mengatakan bahwa hewan ternak yang terkena PMK tersebut berasal dari Jawa Timur.
“Seluruh sapi yang terkena PMK semuanya sudah termonitor. Sekitar 400an, tapi tingkat kesembuhan sudah di atas 65 persen dan yang lainnya berangsur membaik,” kata Syarli, Sabtu (28/5/2022).
Menanggulangi hal itu, pihaknya juga mengatakan sudah membuat tim khusus untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan kesehatan sapi-sapi tersebut, terlebih mendekati Hari Raya Idul Adha atau qurban.
Selain itu, Mantan Camat Belinyu itu juga mengatakan tingkat penyebaran PMK sangat cepat, namun untuk tingkat kematian dinilai sangat kecil. Pasalnya, dari ratusan ekor sapi yang terjangkit, hanya tiga yang dinyatakan mati.
“Ada tiga yang mati dan 124 lainnya sapi masih dalam tahap pemantauan dan penyembuhan. Sesuai instruksi dari kementerian bahwa sapi yang terkena penyakit ini diberi vitamin dan antibiotik. Sedangkan untuk kandangnya kita semprot dengan desinfektan untuk mencegah penularan,” terangnya. (mah)