Oleh: Nopranda Putra
TOBOALI, LASPELA – Melemahnya harga lada dan beberpa komoditi pertanian lainnya menjadi dilema bagi petani Bangka Selatan dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Hal ini menjadi perhatian bagi pengusaha muda asal Bangka Selatan, Suhardi Joy.
Ia mengatakan, semua pihak terkait harus ikut berperan aktif dalam mencari solusi permasalahan komiditi pertanian yang merosot tajam, pasalnya Provinsi Babel beberapa tahun silam dikenal dengan harga komoditi yang tinggi diantaranya harga lada sehingga membuat para petani lada tersenyum.
“kita harus mencari solusi alternatif, Dinas Pertanian Basel dan Dinas Pertanian Babel harus memberikan perhatian bagi petani vanili di Basel, karena bertanam vanili salah satu opsi bagi petani lada, sawit dan karet yang harganya anjlok untuk mencoba bertanam vanili,” kata Suhardi Joy, Jumat (6/12).
“Alhamdulillah saya sudah komunikasi dengan kelompok petani desa rias yang di motori mas Imam dan pak Ibrahim yang merupakan petani vanili berasal dari Provinsi Lampung,” lanjutnya.
Ia menuturkan, dengan dukungan moral dan material Hardi Joy sapaan akrabnya siap untuk membantu para petani yang mau mengembangkan pertanian vanili di Bangka Selatan.
“Saya siap support penani vanili di Basel bekerjasama dengan teman-teman pengusaha lainnya agar vanili menjadi primadona baru di Basel khususnya dan Babel umumnya,” tuturnya.
Kendati demikian, ia juga tidak mengurungkan komoditi hasil tani lainnya seperti lada, karet dan Sawit. “Tetapi dengan tidak mengesampingkan komoditas utama Babel seperti lada, karet dan sawit,” ujar Suhardi Joy. (Pra)