Uskup Pangkalpinang pada Kamis Putih: Bersyukur dan Berbagilah dengan Tulus

Uskup Pangkalpinang Mgr Prof Dr Adrianus Sunarko OFM membasuh kaki 12 tokoh Katolik sebagai simbol hendaknya saling melayani.
Uskup Pangkalpinang Mgr Prof Dr Adrianus Sunarko OFM membasuh kaki 12 tokoh Katolik sebagai simbol hendaknya saling melayani.

Oleh: Agus Ismunarno
Wartawan Utama

LASPELA, PANGKALPINANG – Uskup Pangkalpinang, Prof. Dr Adrianus Sunarko OFM memimpin perayaan Kamis Putih di Gereja Katedral, Kamis (18/4-2019) didampingi Pastor Yustinus Talaleng Pr.

Ratusan Umat Katolik memadati Gereja Katedral dan
ketiga sayap beratap tenda. Kamis Putih merupakan rangkaian Pekan Suci yang rimulai pada Minggu Palma dan Jumat Agung (20/4-2019) serta Sabtu Malam Paskah dan Minggu Paskah.

Pada Pekan Suci, umat Katolik sesudah berpuasa dan pantang pada Masa Puasa, diajak mengenang dan merenungkan kisah sengsara Yesus Kristus, Perjamuan Malam Terakhir, Wafat pada Jumat Agung dan kebangkitan Yesus Kristus pada Minggu Paskah.

Dalam kotbahnya, Mgr Adrianus Sunarko menandaskan kebenaran faktual dan bukan kepura-puraan atas tindakan Yesus Kristus dalam menjalankan karya penyelamatan umat manusia.

“Yesus Kristus tidak bersandiwara ketika mengucap syukur, memecah roti dan membagikan serta mengedarkan piala anggur dengan mengucap inilah tubuhKu dan darahKu untuk penebusan umat manusia,” tandas Mgr Adrianus Sunarko.

Orang nomor satu di Keuskupan yang menaungi Umat Katolik Kepulauan Babel dan Kepulauan Riau ini juga menyatakan kesungguhan Paus Fransiskus tatkala mencium kaki para pemimpin negara Sudan dan viralbdi media massa mainstreambmaupun media sosial.

“Dengan sungguh-sungguh Paus Fransiskus mencium kaki para pemimpin Sudan agar memperjuangkan perdamaian,” kata Mgr Adrianus Sunarko.

Pada akhir kotbahnya, Mgr Adrianus Sunarko mengajak seluruh umat Katolik untuk mengikuti ajaran Yesus yang diperingati pada Kamis Putih: saling melayani, saling berbagi dan senantiasa bersyukur dengan sepenuh hati.

Perayaan Kamis Putih diwarnai dengan upacara pembasuhan kaki oleh Uskup Pangkalpinang kepada 12 para rasul yang direpresentasikan tokoh umat. (*)