Oleh : Wina Destika
PANGKALPINANG, LASPELA – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Kepala Dinas Kesehatan Bangka Belitung, Mulyono Susanto secara resmi menutup kegiatan hari Bhakti Sosial Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-67 di Rumah Sakit DKT Pangkalpinang, Kamis (26/7/2018).
Kepala BKKBN Bangka Belitung, Etna Estelita mengatakan Kegiatan Bhakti IBI KB Kesehatan sudah dilaksanakan selama 6 bulan mulai dari bulan Januari sampai bulan Juni 2018.
“Kegiatan Bhakti IBI KB-Kes ini sudah kita laksanakan selama 6 bulan dan sudah dicanangkan pada tanggal 24 Januari 2018 yang lalu di kabupaten Bangka,” ujarnya kepada wartawan.
Etna menjelaskan BKKBN menjadikan pembinaan kesertaan KB sebagai salah satu kegiatan prioritas, mencakup pelaksanaan Program KKBPK di wilayah tertinggal, serta kepulauan dan daerah miskin perkotaan.
“Untuk itu diharapkan peran dan dukungan stakeholder dan mitra terkait, salah satu nya lkatan Bidan Indonesia (IBI),” ucapnya.
Lebih lanjut, Etna menyampaikan Berdasarkan RPJMN dan Renstra BKKBN 2015-2019 telah menetapkan sasaran untuk meningkatkan CPR semua metode 61,9 persen menjadi 66 persen pada tahun 2019.
“Sedangkan KB pria kita targetkan meningkatkan menjadi 4,3 persen pada tahun 2019. Untuk itu kita harus bekerja sangat keras dan terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB dengan melibatkan para mitra,” tegasnya.
Sementara itu Ketua umum PPIBI, Erni Nurjasmi mengatakan bidan diakui sebagai tenaga kesehatan profesional yang bertanggungjawab, yang bekerja serta menjalin kemitraan dengan perempuan dalam memberikan “continuum of care” pada pelayanan kesehatan reproduksi perenpuan, bayi, balita dan Keluarga Berencana (KB).
“Bidan memiliki peran penting dalam mengawal kesehatan maternal neonatal melalui gerakan masyarakat sehat (germas) dan pelayanan berkualitas,” ujarnya.
Ia menyampaikan sampai dengan saat ini IBI telah berkembang dengan baik, hal ini ditandai dengan telah adanya 34 Pengurus Daerah (tingkat provinsi), 508 Pengurus Cabang (tingkat kabupaten/kota) dan 2592 Pengurus Ranting (tingkat kecamatan untuk pelayanan/pendidikan).
“Sedangkan untuk jumlah anggota memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) sebanyak 282.956 pada 15 Desember 2017. Namun angka ini berbeda dengan angka jumlah bidan yang tercatat di Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia yakni tercatat 443.003 pada Maret 2017,” tutupnya. (Wa)