Home / BANGKA BELITUNG / Terisolir Tanpa Listrik, Warga Jongkong Curhat Ke Gubernur
Gubernur Babel, Rustam Effendi ketika mengunjungi Desa Nibung, kampung Jongkong enam Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah.

Terisolir Tanpa Listrik, Warga Jongkong Curhat Ke Gubernur

NIBUNG, LASPELA – Meski hampir 16 tahun terbentuknya Propinsi Bangka Belitung (Babel) dengan memisahkan diri dari Propinsi Sumatera Selatan, namun masih ada warga di Babel yang hidup terisolir tanpa aliran listrik, kondisi tersebut terjadi di Desa Nibung tepatnya di kampung Jongkong enam Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah.

Menerima keluhan  warga tersebut melalui akun Facebook nya bersama Rustam Effendi, Gubernur Babel, Rustam Effendi langsung terjun kelapangan, Jum’at (5/8/2016) untuk mengunjungi dan melihat kondisi warga di kawasan setempat.

Dari kondisi di lapangan, Gubernur melihat kawasan yang berada di pusat kota Kabupaten Bangka Tengah tersebut seakan terisolir, bahkan, rumah yang mereka bangun diatas lahan eks PT. Kobatin tersebut non permanen dan semi permanen, selain itu sejak tahun 2013 mereka tidak tersentuh listrik dan tidak memiliki fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) yang ideal serta tidak memiliki  jalan akses memadai.

Informasi yang diterima Gubernur pun,  bahwa warga sekitar merupakan mantan penambang yang kini tidak lagi  menambang setelah timah di Bangka melemah dan terpuruk beberapa tahun terakhir.

Sesepuh kampung Jongkong Enam, Madsaden ketika bertemu Gubernur Babel, mengaku kampungnya tak pernah tersentuh pemerintah, sedikinya 32 kepala keluarga di kampung tersebut hidup dibawah garis kemiskinan.

“Kita sudah tidak memiliki lagi mata pencaharian yang jelas, sekarang rata-rata mata pencaharian kami ini kerja serabutan,” ujar Madsaden ketika curhat kepada Gubernur.

Madsaden menjelaskan, dengan sejumlah kendala salah satunya listrik yang menjadi permasalahan fatal di kampungnya terpaksa setiap hari harus mengandalkan ganset , namun warga mersa kerepotan dan tidak mampu lagi untuk membeli bahan bakar genset, sebab dengan ganset warga bisa menghabiskan sekitar dua liter bensin per hari, itupun hanya cukup sampai jam 10 malam.

Sementara, warga lainnya, Hermin berharap pemerintah Pemprop Babel untuk lebih memperhatikan kampungnya yang seakan terisolir, padahal hanya berjarak kurang lebih 1 Km dari pusat kota.

“Selama ini kami mengajukan untuk batuan listrik dan bantuan rumah tidak layak huni, tapi tidak pernah terealisasi, saya ingin ada perhatiannya dari Gubernur kita,” ungkapnya.

Setidaknya, kata Hermin, pemerintah dapat membantu untuk kebutuhan  listrik dan MCK karena  menyangkut hajat hidup orang banyak.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Babel, Rustam Effendi  merasa sedih dan berjanji akan memperjuangkan keinginan warga tersebut dengan memberikan bantuan akses aliran listrik.

Sedangkan untuk akses jalan di kampung tersebut, Gubernur segera memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi untuk segera membangunnya. (naf)

About Yudhie Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: