Home / HEADLINE / Muhammad Ali Diabadikan Jadi Nama Jalan
Muhammad Ali Way di New York, AS. (Foto: reuters)

Muhammad Ali Diabadikan Jadi Nama Jalan

NEW YORK, LASPELA– Demi mengenang sang legenda tinju Muhammad Ali, kota New York untuk sementara mengganti nama 33rd Street menjadi Muhammad Ali Way.

Ruas jalan di Manhattan itu mendapatkan nama baru pada Selasa (7/6/2016). Ruas jalan ini terletak di dekat Madison Square Garden tempat Ali, sang juara dunia tiga kali, menggelar delapan kali pertarungannya. “Muhammad Ali adalah seorang juara, aktivis, dan menyebut dirinya sendiri sebagai yang terhebat,” kata Wali Kota New York, Bill de Blasio, saat meresmikan nama jalan baru itu.

“Hari ini, kita memberikan penghormatan kepada orang yang selalu ada di hati kota New York,” tambah De Blasio.

Salah satu pertarungan legendaris Ali yang digelar di Madison Square Garden adalah ketika ia menghadapi Joe Frazier pada 1971 silam. Pertarungan melawan Frazier itu begitu dinanti penggemar tinju sehingga dijuluki sebagai pertarungan terbaik sepanjang abad.

Muhammad Ali menginspirasi Amerika dengan keberaniannya,” kata anggota dewan kota New York, Corey Johnson. Menurutnya lagi, Ali telah berhasil memperjuangkan keadilan dan dengannya dia mengubah dunia.
Muhammad Ali meninggal dunia dalam usia 74 tahun karena gangguan pernapasan pada Jumat pekan lalu.

Tak hanya di New York. Nama Muhammad Ali juga diabadikan di sebuah ruas jalan baru di ibu kota Grozny oleh pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov yang diresmikan, Kamis (9/6/2016). Kadyrov, seorang loyalis Kremlin yang memimpin wilayah berpenduduk mayoritas Muslim itu, mengatakan, Ali adalah contoh sosok seorang Muslim sejati sekaligus olahragawan hebat.

“Hari ini kami memutuskan untuk mengabadikan nama sang legenda tinju dengan menggunakan namanya untuk salah satu jalan di kota Grozny,” ujar Kadyrov lewat akun Instagramnya.

“Di masa depan kami akan membangun pusat tinju Muhammad Ali yang megah di jalan ini,” tambah Kadyrov.

Muhammad Ali dikagumi dunia karena kepiawaiannya bertinju dan perjuangannya membela hak-hak sipil, meninggal dunia pekan lalu dalam usia 74 tahun setelah lama bertarung melawan penyakit parkinson.

Sumber: Kompas

About Stefanus Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: