PANGKALANBARU, LASPELA – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggandeng Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar workshop Program Penerapan Penilaian Mandiri Keamanan Informasi atau yang biasa disebut “Paman Kami” bagi UMKM di Babel.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 28-29 September 2022 ini berlangsung di Hotel Soll Marina Kabupaten Bangka Tengah, diikuti sebanyak 70 pelaku UMKM.
Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata, BSSN Edit Prima mengatakan bahwa “Paman Kami” merupakan program tools yang dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mengukur tingkat keamanan informasi bagi pelaku UKM.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keamanan informasi bagi para pelaku UKM,” harap Edit dihadapan para pelaku UMKM.
Selain itu, Ia juga berharap secara bertahap pelaku UKM dapat memenuhi seluruh tahapan keamanan informasi sehingga resiko terhadap keamanan dapat diminimalisir serta dapat membangun dan mengembangkan usahanya dengan lancar dan aman dari serangan siber.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel, Yulizar Adnan mengatakan bahwa pada saat pandemi, tak sedikit UMKM yang mampu bertahan.
“UMKM yang mampu bertahan yakni UMKM yang mampu beradaptasi dalam dunia digital. Sebanyak 80 persen UMKM menjadikan pandemi sebagai momentum untuk berubah kearah digital,” jelasnya.
Ia mengatakan, jadi digital ini jadi faktor penting UMKM mampu bertahan saat pandemi yang lalu. Mereka terhubung langsung ke dalam ekosistem digital dengan memanfaatkan marketplace.
“Saya melihat bahwa penggunaan teknologi digital secara optimal dalam menjalankan bisnisnya memberikan banyak manfaat bagi UMKM,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi digital akan memperluas pasar atau menjangkau basis konsumen yang lebih besar, meningkatkan pendapatan serta mempermudah monitoring usaha dan menurunkan biaya pemasaran.
“Teknologi digital memungkinkan UMKM tetap terhubung dengan konsumen, menjangkau konsumen baru dan meningkatkan pendapatan,” tuturnya.
Ditambahkannya, pemanfaatan teknologi digital atau adaptasi digital selain memberikan manfaat yang besar juga memiliki resiko.
“Resiko tersebut yakni penipuan online, peretasan, pemalsuan identitas dan bocornya data konsumen. Kejahatan siber dapat mengakibatkan kerugian material maupun nonmaterial bagi pelaku UMKM,” jelas Yulizar.
Dengan berlangsungnya kegiatan “Paman Kami” di Bangka Belitung ini, Yulizar berharap para pelaku UKM di wilayah Babel dan sekitarnya yang sudah Go Digital dapat mengetahui akan pentingnya keamanan informasi.
“Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi UMKM sehingga UMKM Babel memiliki security awareness yang tinggi, sehingga mereka dapat menerapkan keamanan informasi pada usahanya,” tutupnya.(chu)