Wahyu Kecewa, BPJS Tak Ada Gunanya

PANGKALPINANG, LASPELA– Wahyu (35) warga Kampak mengaku kecewa dengan pihak Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT) Pangkalpinang provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Menurut Wahyu, prihal kekecewaan itu bermula saat mengantarkan orang tuanya ke IGD RSBT, Sabtu (10/8/2019) siang. Saat itu salah satu dokter jaga mengatakan kondisi kesehatan ibunya tidak terlalu buruk. Padahal kata Wahyu, ibunya nyeri kuat dibagian dada kanan menembus ke belakang, bahkan saat ke rumah sakitpun orang tuanya di bopong.

“Menanggapi hal yang saya maksudkan itu, kemudian dokter menanyakan pasien ada BPJS, saya jawab ada. Kemudian dokter itu langsung menanyakan apakah mau di rekam jantungnya atau tidak. Melihat orang tua tak berdaya itu, maka saya pun langsung menyetujuinya,” ungkap Wahyu.

Dijelaskannya lebih lanjut, usai rekam jantung oleh petugas lainnya, dokter jaga kemudian menjelaskan bahwa pasien tak ada masalah di jantungnya. Dokter jaga itu menduga nyeri yang diderita itu kemungkinan disebabkan dua faktor yakni, masalah infeksi paru-paru atau ada masalah di ototnya.

Setelah itu baru diketahui bahwa biaya rekam jantung, biaya dokter dan biaya obat-obatan tak ditanggung BPJS.

“Ini yang menjadi kekecewaan saya, tiap bulan orang tua kami bayar tagihan. Saat sakit, dimana tanggung jawab BPJSnya,” cetusnya.

Wahyu juga mengakui agak janggal dengan keterangan dokter jaga, dimana disebutkan jika nyeri ibunya belum hilang setelah mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan, silahkan datangi faskes pertamanya saja di Klinik Intan Medika.

Mendengar hal ini, Wahyu yang juga seorang wartawan mengaku heran dengan keterangan dokter tersebut. Padahal yang menangani itu adalah pihak RSBT.

“Saya cuma heran dan janggal saja, kok seperti ini. Kan yang periksa pertama RSBT kok dilemparkan ke KIM. Ini aneh. Dan aneh lagi saat saya minta data medisnya, dokter itu bilang gak perlu. Ini yang tambah aneh,” sebutnya.