Oleh : Nopranda Putra
TOBOALI, LASPELA – Kebutuhan darah di kecamatan Toboali, kabupaten Bangka Selatan sangatlah Tinggi, tak sedikit masyarakat yang mengeluhkan tingginya harga tiap tiap kantong darah.
Ketua PMI Bangka Selatan M.M.Iskandar menegaskan semua darah dari PMI itu gratis. Namun dirinya tak menampik sempat ada anggapan miring soal mahalnya harga sebuah kantong darah yang di butuhkan perkantongnya.
“Semua darah dari PMI itu gratis tidak harus bayar. Namun memang ada biaya yang memang harus di keluarkan yakni Biaya Penganti Pengolahan Darah (BPPD),” ujar Iskandar, Sabtu (23/2).
Menurut dia, adanya biaya pemprosesan darah itu sendiri dikarenakan darah yang di donorkan harus diproses dan tidak bisa langsung di berikan kepada pasien.
Proses pengambilan darah dari para pendonor yang sering kali kami sebut DDS, Donor Darah Sukarela yang tidak di paksa dan tidak di intimidasi dan tidak mengharap balas jasa. Menurutnya,tahapan pengolahan darah dari pendonor ke si pasien memakan waktu selama enam jam.
“Sebelum darah bisa di berikan kepada penerima harus menjalani benerapa tes tahap uji kelayakan be as dari penyakit seperti HIV AIDS, Sepilis, Hepatitis dan Malaria. Juga di lihat Kualitas darahnya yang bisa di berikan kepada sang penerima,” tukasnya.
Selain itu menurut Iskandar sampai saat ini kantong darah masih di datangkan dari luar daerah. Hal ini lah yang menjadi salah satu faktor tinggi nya harga satu kantong darah.
“Sedangkan Kantong darah kita itu masih Impor menjadi salah satu faktor kenapa harga sekantong darah itu mahal sampai 360 ribu satu kantongnya,” pungkasnya.