BPS Sarankan Upaya Tekan Kemiskinan di Bangka Tengah Lewat Pertanian dan Pariwisata

Avatar photo

KOBA, LASPELA – Saat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangka Tengah yang mencapai 6,06 persen pada tahun 2025. Pemkab didorong mengoptimalkan sektor unggulan agar dirasakan masyarakat.

Data BPS menyatakan peningkatan pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya mampu menekan angka kemiskinan yang justru berada di angka 6,70 persen.

Kepala BPS Kabupaten Bangka Tengah, I Ketut Mertayasa, menilai kondisi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor riil, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola secara optimal.

“Penduduk kita banyak yang bergerak di sektor pertanian dan sejenisnya, ini yang harus terus didorong. Apalagi kebutuhan pokok kita masih banyak dipasok dari luar daerah. Kalau bisa diproduksi sendiri, harga lebih stabil dan lapangan kerja juga terbuka,” ujar Ketut Mertayasa, Selasa (18/3/2026).

Selain itu, ia juga menyoroti besarnya peluang sektor pariwisata di Bangka Tengah yang dinilai belum tergarap maksimal.

Sebagai daerah kepulauan, lanjutnya, Bangka Tengah memiliki daya tarik wisata yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap rekreasi.

“Pariwisata juga perlu dikembangkan. Sekarang masyarakat tidak hanya fokus pada kebutuhan dasar, tapi juga sudah mengalokasikan pendapatan untuk rekreasi,” jelasnya.

Ia berharap, optimalisasi sektor pertanian dan pariwisata dapat menjadi strategi efektif dalam menekan angka kemiskinan sekaligus memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.(pri)

[Heateor-SC]