PANGKALPINANG, LASPELA — Peningkatan kualitas tata kelola layanan kesehatan menjadi fokus utama dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dan BPJS Kesehatan, Jumat (27/2/2026).
Selain membahas capaian pelayanan, kedua pihak menitikberatkan pentingnya integrasi sistem data pasien guna memperkuat efektivitas program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Residen Wali Kota itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, dan Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan, dr Anurman Huda.
Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan menyampaikan apresiasi atas kinerja fasilitas kesehatan di Pangkalpinang, khususnya RSUD Depati Hamzah yang berhasil meraih predikat Rumah Sakit Bintang Enam untuk pelayanan peserta JKN di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut Prof Saparudin, penghargaan tersebut menjadi indikator bahwa mutu pelayanan kesehatan di Pangkalpinang berada pada jalur yang tepat.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan predikat, melainkan memperkuat sistem yang menopang pelayanan itu sendiri.
“Ke depan kita fokus pada sinkronisasi dan integrasi data pasien antara rumah sakit dengan sistem BPJS Kesehatan. Ini penting agar pelayanan lebih cepat, akurat, dan transparan,” ujarnya.
Integrasi data dinilai krusial untuk meminimalisasi kendala administratif, mempercepat proses klaim, serta meningkatkan kepuasan masyarakat sebagai peserta JKN. Langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan transformasi digital layanan publik di sektor kesehatan.
Selain itu, pertemuan tersebut turut membahas keberlanjutan program Universal Health Coverage (UHC) di Kota Pangkalpinang.
Pemerintah kota memastikan komitmen penganggaran tetap menjadi prioritas agar cakupan kepesertaan tetap terjaga sepanjang 2026.
BPJS Kesehatan menyambut baik komitmen tersebut dan menilai sinergi aktif antara pemerintah daerah dan penyelenggara jaminan kesehatan menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas layanan.
Dengan penguatan sistem, dukungan anggaran, serta kolaborasi berkelanjutan, Pangkalpinang optimistis mampu mempertahankan capaian UHC sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakatnya. (dnd)








