Anak Misioner Komunitas Santo Markus Mengunjungi Rumah Umat untuk Doa dan Membagi Berkat

Avatar photo
PANGKALPINANG, LASPELA–Anak dan remaja misioner paroki Santa Bernadeth Pangkalpinang, Keuskupan Pangkalpinang bersama anak misioner seluruh dunia merayakan Hari Anak Misioner Sedunia, Minggu (4/1/2026). Rangkaian perayaan ekaristi semua dibawakan anak-anak yang dipimpin Pastor Yosef Setiawan.

Pastor Yosef Setiawan mengungkapkan Hari Anak Misioner  mengajak semua anak dan remaja Katolik untuk melangkah bersama dalam satu irama iman dan perutusan. Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) menetapkan tema “One in Christ, United in Mission”. Tema ini menegaskan bahwa sejak usia dini, anak-anak sudah dipanggil bukan hanya untuk mengenal Kristus, tetapi juga untuk ambil bagian dalam misi-Nya bagi dunia.

“One in Christ menekankan dasar terdalam hidup Kristiani, yakni persatuan dengan Yesus sendiri. Dalam Kristus, setiap anak dan remaja diterima apa adanya, dibaptis dalam kasih-Nya, dan dijadikan bagian dari satu Tubuh yang hidup. Persatuan ini melampaui perbedaan usia, latar belakang, budaya, dan bangsa. Anak-anak diajak menyadari bahwa iman bukan pengalaman pribadi semata, melainkan persekutuan yang menyatukan mereka dengan seluruh Gereja semesta,” ungkap Pastor Yosef Setiawan.

Sementara itu, “United in Mission” menegaskan bahwa persatuan dalam Kristus secara alami melahirkan perutusan. Anak-anak bukan penonton dalam kehidupan Gereja, melainkan rekan sekerja dalam misi pewartaan Injil. Dengan doa, sikap berbagi, kepedulian terhadap sesama, dan keberanian memberi kesaksian sederhana dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak mengambil bagian nyata dalam misi Gereja yang satu dan universal.

Setelah perayaan ekaristi, semua anak terbagi dalam kelompok mengunjungi rumah-rumah umat di setiap komunitas. Mereka datang dengan membawa peran masing-masing, sebagai bintang, tiga raja, Gaspar, Melkior dan Baltazar.

“Kami datang untuk berdoa, membawa berkat dan menempelkan stiker. Kami juga mempersilahkan bapak, ibu membagi berkat. Berkat akan dikumpulkan untuk semua anak misioner yang terdampak bencana,” ungkap Ambros Nong Leba, pemimpin rombongan kunjungan anak misioner di Komunitas Santo Markus.

Hari Anak Misioner Sedunia 2026 menjadi undangan bagi seluruh komunitas Gereja untuk mendampingi anak-anak bertumbuh sebagai murid-murid Kristus yang bersatu dan bermisi. Anak-anak diajak untuk menyadari bahwa meskipun langkah mereka kecil, mereka berjalan bersama Gereja dunia, membawa harapan dan terang Kristus ke mana pun mereka diutus. (rel)

[Heateor-SC]