KOBA, LASPELA–Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun menjelaskan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, melibatkan Kelompok Kerja Operasional Pos Pelayanan Terpadu (Pokjanal Posyandu) dalam upaya pencegahan stunting.
“Peran kader posyandu perlu terus ditingkatkan, terutama dalam memantau kondisi kesehatan ibu hamil dan balita di wilayah masing-masing,” kata Zaitun, Kamis (1/1/2026)
Kasus stunting di Kabupaten Bangka Tengah saat ini tercatat mengalami penurunan sebesar tiga persen, dari 21,2 persen menjadi 18,2 persen.
Penurunan tersebut dinilai sebagai hasil dari komitmen dan sinergi berbagai pihak dalam menekan laju kasus gagal tumbuh pada anak.
“Capaian ini tentu merupakan kabar gembira dan tidak lepas dari kerja sama serta sinergi semua pihak yang terus konsisten menekan laju prevalensi stunting,” kata Zaitun.
Menurut Zaitun pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, bahkan sejak anak masih dalam kandungan. Deteksi sejak masa kehamilan dinilai penting agar ibu hamil dapat memperoleh asupan gizi yang seimbang.
“Kasus stunting itu harus kita deteksi mulai dari ibu hamil atau bayi masih dalam kandungan, sehingga bisa diberikan asupan gizi yang seimbang agar anak lahir tidak dalam kondisi stunting,” kata Zaitun.
Selain peningkatan peran kader posyandu, pemerintah daerah juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting, termasuk dengan perangkat desa dan tenaga kesehatan.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan rutin tumbuh kembang balita, pemberian edukasi gizi kepada masyarakat, serta pendampingan bagi ibu hamil dan keluarga berisiko stunting.
“Kita bertekad angka stunting terus turun seiring dengan penguatan program pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini,” ujarnya. (*/ant/rel)







Leave a Reply