PANGKALPINANG, LASPELA – Ratusan peserta mengikuti kampanye anti rokok di Taman Dealova Pangkalpinang, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Sedunia sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya rokok bagi kesehatan paru-paru.
Warga dari berbagai kalangan, termasuk dokter, perawat, tenaga medis, mahasiswa, dan masyarakat umum, memadati taman sambil membawa plang berisi pesan kesehatan seperti “No Smoking” dan “Vape Tidak Lebih Baik, Sayangi Paru”.
Pukul 07.00 WIB, peserta mulai berjalan mengelilingi taman sambil meneriakkan yel-yel kampanye, “Rokok Itu Tidak Baik, Rokok Itu Jahat,” yang menarik perhatian warga sekitar.
Ketua Panitia, dr. Liyah Giovana, Sp.P, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Babel, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Babel, dan Fakultas Kedokteran Universitas Bangka Belitung (UBB).
“Rangkaian acara diawali dengan jalan santai sambil mengampanyekan bahaya rokok, kemudian diikuti senam bersama ibu-ibu Dharma Wanita, penyuluhan kesehatan, dan ditutup dengan pembagian doorprize,” kata dr. Liyah, Minggu (30/11/2025).
Dr. Adi Rosadi, Sp.P, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Wilayah Bangka Belitung dan Sumatera Selatan, menekankan pentingnya kampanye ini karena tingginya prevalensi penyakit akibat rokok di Indonesia.
“Rokok menjadi faktor utama berbagai penyakit mematikan, termasuk jantung, stroke, kanker paru, PPOK, dan TBC. Kandungan berbahaya dalam rokok, seperti karsinogen dan karbon monoksida, membuatnya sangat merusak kesehatan dan menimbulkan ketergantungan,” ujar dr. Adi.
Selain mengancam perokok, dr. Adi mengingatkan bahwa asap rokok juga berdampak serius pada orang di sekitar, khususnya anak-anak.
Ia pun menegaskan agar masyarakat yang belum merokok tidak pernah mencoba rokok. (dnd)






Leave a Reply