Miris, Koni Basel Hanya Dianggarkan Rp 1 Miliar di Porprov 2026, Berbanding Terbalik dengan Anggaran Hiburan

Avatar photo

TOBOALI, LASPELA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menyampaikan kritik keras terhadap minimnya alokasi anggaran untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bangka Belitung (Babel) 2026.

KONI Basel menilai anggaran Rp1 miliar yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Basel, untuk persiapan Porprov Babel 2026 di Pangkalpinang sangat tidak rasional untuk mempersiapkan kontingen.

Ketua KONI Basel, Andri Fahrial, didampingi Sekretaris dan pengurus KONI Basel, menyampaikan sikap tegas terkait minimnya alokasi anggaran hibah untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

Andri menegaskan, apabila anggaran hibah yang diketok tetap berada pada angka Rp 1 miliar, pihaknya memilih menyerahkan seluruh pengelolaan persiapan Porprov kepada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Basel.

“Angka tersebut tidak realistis dan tidak akan mampu menopang tuntutan prestasi yang dibebankan kepada KONI Basel setiap gelaran Porprov. Jangan bola panas terkait hasil prestasi selalu diarahkan kepada KONI ketika capaian atlet tidak sesuai harapan publik maupun pemerintah daerah,” kata Andri saat RDP bersama Komisi II DPRD Basel, Kamis (20/11/2025).

Ia mengungkapkan bahwa selama menjabat, tidak jarang harus menggunakan dana pribadi untuk menutupi kebutuhan mendesak atlet, seperti transportasi dan perlengkapan latihan.

“Saya menilai kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan berulang mengingat pembinaan olahraga merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan dukungan anggaran yang memadai,” ungkap Andri.

Ia juga menyoroti perbandingan anggaran kegiatan hiburan dan olahraga, yang menurutnya timpang dan tidak mencerminkan komitmen pemerintah daerah terhadap pembinaan atlet.

“Perlu diketaui Porprov merupakan agenda olahraga empat tahunan dan Bangka Selatan seharusnya tidak absen atau tampil setengah hati hanya karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Sekretaris KONI Basel, Dody Syahrial, menambahkan anggaran tersebut hampir mustahil menopang kebutuhan atlet, pelatih, dan seluruh persiapan jelang Porprov 2026 nanti.

“Porprov adalah ajang bergengsi empat tahun sekali yang menentukan prestasi daerah sehingga tidak bisa dipersiapkan dengan dana seadanya. Porprov ini pesta olahraga masyarakat, sayang kalau momen besar ini justru membuat kita tidak mampu mengirim atlet hanya karena anggaran yang minim,” tandas Dody Syahrial.

Dody menyebutkan bahwa mayoritas pengurus KONI Basel merupakan mantan atlet dan pelaku olahraga aktif sehingga memahami proses pembinaan secara langsung.

“Karena itu, sangat ironis jika Basel harus kesulitan hanya persoalan anggaran. Malu rasanya kalau nanti Basel tidak mampu mengirim para atlet hanya karena memiliki anggaran Rp1 miliar yang tidak masuk akal bagi kami,” sebutnya.

Ia menjelaskan, KONI Basel sebelumnya telah mengajukan usulan anggaran sebesar Rp15 miliar mencakup pembinaan atlet, honor pelatih, perlengkapan bertanding, transportasi, akomodasi, konsumsi, bonus atlet, hingga operasional sekretariat.

“Kami menilai angka tersebut realistis jika melihat kebutuhan menyeluruh. Porprov 2026, ada sebanyak 26 cabang olahraga dipertandingkan. Dari jumlah itu, seluruhnya direncanakan akan diikuti Basel, untuk total kontingen diperkirakan mencapai 572 orang, terdiri dari atlet, pelatih, dan official,” pungkasnya. (Pra)

Leave a Reply