PANGKALPINANG, LASPELA–Antrean panjang di SPBU sepekan terakhir membuat Wakil Ketua DPRD Babel, Edi Nasapta kesal. Pasalnya antrean di SPBU bukan baru terjadi tetapi sudah sering terjadi. Karena itu menurut Edi Nasapta masalah ini bukan semata-mata cuaca, tapi persoalan manajemen dan kesiapan Pertamina. Menurur Edi Nasapta Babel ini wilayah kepulauan. Dan semua tahu gelombang akan tinggi menjelang akhir tahun.
“Pertamina juga tahu itu. Jadi kenapa pola distribusinya tidak disesuaikan? Kenapa buffer stok tidak ditambah? Kenapa pengiriman tidak dipercepat sebelum cuaca memburuk? Ini bukan sekadar gangguan teknis. Ini adalah kelalaian perencanaan,” tegas Edi Nasapta, Selasa (18/11/2025) dengan nada kesal.
Edi Nasapta mendesak Pertamina Pusat dan Palembang Harus Jelaskan ke Publik
“Saya meminta secara terbuka, Pertamina Pusat segera menyampaikan penjelasan resmi kepada Pemprov dan DPRD Babel, berapa stok BBM sebenarnya, bagaimana pola pengiriman, dan apa rencana darurat ketika cuaca ekstrem. Pertamina Regional Palembang juga harus memberi jawaban. Jangan hanya menyalahkan gelombang tinggi, karena gangguan seperti ini berulang setiap tahun,” tegas Edi Nasapta.
Lebih lanjut Edi menegaskan kalau memang ada kekurangan armada, kekurangan storage, atau kekurangan anggaran distribusi, katakan terus terang. Supaya bisa dicarikan jalan keluarnya, bukan malah membiarkan situasi makin memburuk.
“Wakil Babel di DPR RI Jangan Diam Saja. Distribusi BBM ini kewenangan pemerintah pusat, bukan daerah.
Karena itu saya berharap teman-teman kita di DPR RI dapil Babel turut bersuara. Semoga mereka Memanggil Pertamina, Menanyakan akar persoalan dan ikut memperjuangkan penambahan anggaran—baik subsidi distribusi maupun investasi infrastruktur Pertamina di Babel,” ungkap Edi Nasapta.
Menurut Edi Nasapta kalau Pertamina memang butuh dukungan anggaran tambahan untuk menghadapi tingginya biaya logistik laut, ya dorong itu di pusat. Jangan dibiarkan Babel terus jadi penonton dan terus kena imbas buruknya sistem.
“Investasi Pertamina di Babel Harus Ditambah. Selama ini masyarakat Babel selalu bayar akibat kekurangan stok, antrean panjang, dan kelangkaan BBM. Sekarang sudah saatnya Pertamina bayar kembali melalui pelayanan yang lebih baik, dengan cara menambah kapasitas penyimpanan, memperbanyak kapal angkut, menyiapkan stok cadangan ketika cuaca ekstrem, dan memperbarui sistem pemantauan distribusi,” ungkap Edi.
Lebih lanjut Edi menegaskan kalau distribusi BBM ini diabaikan, dampaknya bukan hanya di SPBU — tapi ke nelayan, transportasi, usaha kecil, hingga harga kebutuhan sehari-hari.
“Saya ingin sampaikan secara jujur, warga Babel tidak pantas menerima pelayanan seperti ini.
Saya meminta Pertamina pusat dan regional untuk segera memperbaiki sistem distribusi BBM dan menyampaikan rencana konkrit—bukan sekadar alasan yang sama setiap tahun. Dan kepada sahabat-sahabat kita di DPR RI dapil Babel, saya berharap betul, suara kalian dibutuhkan di saat seperti ini. Jangan sampai masalah ini dibiarkan berlarut tanpa kepastian. Semoga ada langkah cepat, jelas, dan nyata demi kepentingan masyarakat Bangka Belitung,” harap Edi Nasapta. (chu)







Leave a Reply