SUNGAILIAT, LASPELA — Pemerintah Kabupaten Bangka pada tanggal 1 Juli akan menerapkan cobiling retribusi sampah dengan pembayaran air bersih Perumdam Tirta Bangka setiap bulan kepada masyarakat di Kabupaten Bangka.
Bupati Bangka Fery Insani mengatakan cobiling dilakukan demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Namun pihaknya harus mempersiapkan sarana, prasarana serta pelayanan dengan baik agar cobiling ini bisa berhasil.
“Bulan Juli kita lakukan, saya minta LH (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka) siap, perangkat sudah siap, PDAM sudah siap. Ini harus bagus dulu, saya harus yakin pelayanan pemungutan sampah dulu,” ungkap Fery usai rakor percepatan progres cobiling tahun 2026, Rabu (20/5/2026) di Rumah Dinas Bupati Bangka.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Boy Yandra menyatakan pihaknya sudah siap untuk lauching cobiling pada tanggal 1 Juli 2026 nanti.
“Kami pada tanggal 1 Juni ini akan sosialisasi yang biasanya bayar retribusi sampah ke tenaga DLH atau kelurahan maka tanggal 1 Juli tidak lagi membayar ke petugas pengambil sampah,” jelas Boy Yandra.
Menurutnya nanti masyarakat yang berlangganan air dari PDAM dan retribusi sampah bisa membayar sekaligus otomatis saat pembayaran PDAM di loket PDAM terdekat, mobile banking, atau melalui e-commerce/marketplace.
“Biasanya, bayar sampah ke tukang pungut ini tidak lagi langsung saat bayar PDAM bisa lewat loket PDAM terdekat, M-Banking atau e-commerce,” kata Boy.
Dia mengatakan, ada sebanyak 423 pelanggan PDAM sekaligus retribusi sampah yang pembayarannya menggunakan cobiling ini.
Sedangkan bagi warga yang tidak menggunakan air bersih dari PDAM, maka untuk retribusi sampahnya tetap ditarik oleh petugas dari DLH ataupun pihak kelurahan.
Sementara untuk pelanggan PDAM yang belum dipungut retribusi sampahnya, pihaknya dari DLH akan melakukan pendataan.
“Tim akan kami turunkan nanti, untuk pelayanan pemungutan sampah dari DLH akan dilakukan setiap hari. Pada hari libur pun kami tetap ngambil. Kalau dari swasta ini yang susahnya kadang hari libur tidak mengambil sampah tetapi dari swasta ini akan kita tarik, nanti ditawari seperti apa,” jelas Boy Yandra. (chy)






