Kantongi Suara Mayoritas dari PD se Indonesia di Munas VI KBPP Polri, AH Bimo Suryono Terpilih Pimpin Kembali KBPP Polri

Ketua PD KBPP Polri Kep Babel, Toni Batubara menyerahkan surat dukungan untuk AH Bimo Suryono, Jumat (15/6/2025) di JS Luwansa Jakarta. (foto Istimewa)

JAKARTA, LASPELA–A.H. Bimo Suryono terpilih kembali sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri untuk periode 2026–2031 dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke VI di JS Luwansa, Jakarta, Jumat (15/5/2026).

Ia terpilih menggantikan ketua umum periode sebelumnya, Evita Nursanty.

AH Bimo Suryono sendiri bukanlah sosok yang asing bagi KBPP Polri. Ia sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum KBPP Polri Periode 2015-2021 sebelum digantikan Evita Nursanty.

Munas ke VI KBPP Polri periode 2026–2031 sendiri berlangsung penuh dinamika dan sempat diwarnai perbedaan pandangan dalam forum.

Meski sempat dinyatakan ditunda oleh ketua Umum KBPP Polri Evita Nursanty, mayoritas pemilih suara dari seluruh Indonesia akhirnya sepakat menetapkan A.H. Bimo Suryono sebagai Ketua Umum KBPP Polri periode 2026-2031.

Dari total 34 Pengurus Daerah (PD) yang memiliki hak suara dan hadir dalam Munas, AH Bimo Suryono memperoleh memperoleh dukungan 24 Pengurus Daerah (PD).

Ketua PD KBPP-POLRI Kepulauan Bangka Belitung, Toni Batubara menegaskan hasil Munas yang menetapkan AH Bimo Suryono sebagai Ketua KBPP Polri Periode 2026-2031 merupakan keputusan suara mayoritas pemilik suara dalam Munas.

Ia menegaskan, adanya perbedaan pandangan dalam proses Munas adalah suatu hal yang wajar dalam sebuah organisasi, namun hal tersebut diharapkan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaran dan aturan organisasi yang berlaku.

“Dukungan suara mayoritas yang diberikan 24 PD seluruh Indonesia untuk AH Bimo Suryono merupakan aspirasi dari daerah-daerah yang menginginkan KBPP Polri lebih baik lagi ke depan,” tegas Toni Batubara didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Purnamawan usai deklarasi penetapan AH Bimo Suryono sebagai ketua Umum KBPP Polri periode 2026-2031, Jumat (15/5/2026) malam di JS Luwangsa, Jakarta.

Ia berharap, usai Munas ke VI, seluruh kader KBPP Polri di seluruh tingkatan kembali merapatkan barisan dan satu suara bersama-sama memajukan KBPP Polri.

“Kami dari PD KBPP Polri Kep Babel selanjutnya akan melaporkan hasil Munas VI KBPP Polri kepada pembina yaitu Bapak Kapolda Babel. Kami tetap tegak lurus dengan orang tua kami selaku pembina,” imbuh Toni Batubara.

Jaga Soliditas

Munas VI KBPP Polri sendiri dibuka secara resmi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol. Karyoto, mewakili Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Dalam sambutannya, Komjen Pol. Karyoto meminta seluruh jajaran pengurus maupun anggota KBPP Polri untuk tidak sekadar meneriakkan slogan kebersamaan, melainkan membuktikan soliditas tersebut melalui sikap dan tindakan yang nyata di lapangan.

Ia mengingatkan bahwa akar pergerakan organisasi kepemudaan ini harus senantiasa berpegang teguh pada tiga asas fundamental, yakni independen, kekeluargaan, serta memiliki jiwa sosial kemasyarakatan yang tinggi agar kehadirannya benar-benar dirasakan oleh rakyat.

“Kalau memang betul-betul solid, tunjukkan soliditas itu. Karena sesuai dengan asas organisasi adalah independen, kekeluargaan, dan sosial kemasyarakatan,” tegas Komjen Pol. Karyoto di hadapan para peserta Munas.

Lebih lanjut, Kabaharkam mendorong KBPP Polri untuk terus bertransformasi menjadi organisasi kemasyarakatan yang mandiri dan berdikari.

Menurutnya, sebuah organisasi masyarakat tidak pantas jika hanya menampakkan eksistensinya pada momentum-momentum seremonial tertentu saja.

Kader KBPP Polri dituntut untuk turun langsung dan mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan maupun agenda pembangunan nasional.
Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan kepolisian dalam membantu program strategis pemerintah, seperti mengedukasi warga terkait bahaya laten narkoba, mencegah konflik dan tawuran di lingkungan akar rumput, hingga menyosialisasikan pemanfaatan media sosial secara positif dan bijaksana.

“Jangan bikin kegaduhan. Bikinlah sesuatu hal yang bermanfaat dengan tadi, mengambil peran yang lebih proaktif untuk ikut membantu program pemerintah,” imbuhnya.(wan)