PANGKALPINANG, LASPELA — Menu makanan jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026 menjadi perhatian sekaligus perbincangan.
Selain tampil praktis dalam kemasan boks, sajian khas Nusantara yang disiapkan untuk jemaah dinilai mampu mengobati rindu kampung halaman di tengah ibadah di Tanah Suci.
Salah satu menu sarapan yang dibagikan Kementerian Agama RI melalui media sosial ialah nasi goreng mix vegetable, telur dadar balado, acar timun wortel, dan air mineral.
Para jemaah haji kerap menyebut makanan ini dengan istilah Makan Bergizi Gratis (MBG), karena dikemas dengan boks praktis alumunium foil, dengan tiga sekat, satu berisi nasi, dan lauk pauk serta sayuran.
Meski sederhana, menu makanan jemaah haji dirancang dengan memperhatikan kebutuhan gizi dan stamina jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah yang padat di Arab Saudi.
Dalam unggahan resmi Kementerian Agama RI, konsumsi makan pagi juga diingatkan agar disantap sebelum pukul 09.00 waktu Arab Saudi untuk menjaga kualitas makanan di tengah suhu panas ekstrem. Sedangkan menu makan siang, disantap sebelum pukul 16.00 WAS.

Tak sedikit jemaah yang mengaku menu khas Indonesia menjadi salah satu penyemangat selama berada jauh dari rumah. Cita rasa nusantara seperti balado, nasi goreng, semur, nasi uduk, nasi kuning hingga aneka acar dinilai lebih cocok di lidah jemaah Indonesia.
Di media sosial, banyak warganet memuji variasi menu haji tahun ini yang dianggap lebih lengkap dan menggugah selera dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan ada yang menyebut tampilan makanan jemaah haji sekarang “serasa nasi kotak acara keluarga”.
Selain menjaga kesehatan, sajian makanan khas Indonesia juga menjadi bagian penting dalam memberikan kenyamanan psikologis bagi jemaah selama menjalankan ibadah haji.
Dengan menu yang familiar dan bernutrisi, diharapkan jemaah tetap sehat, kuat, dan nyaman dalam menunaikan seluruh rangkaian ibadah hingga kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.
S

alah satu jemaah haji asal Kota Pangkalpinang, Heri Sulistyo mengatakan, MBG yang diterima jemaah haji sebanyak tiga kali dalam satu hari, sarapan, makan siang dan makan malam.
Masing-masing ketua regu (Karu) bertugas mengambil makanan dan membagikannya kepada jemaah di masing-masing kelompok.
“Ni makan pagi, nasi uduk,” ujar Heri kepada Laspela, belum lama ini.
Bahkan, para jemaah juga pernah mendapatkan menu nasi kuning, menu khas Nusantara ini kerap dijumpai setiap pagi di beberapa warung sarapan di Indonesia.
“Alhamdulillah, menunya selera Indonesia,” tambahnya. (rul)






