PANGKALAN BARU, LASPELA–Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Batianus menggelar reses masa sidang 2 tahun 2026 di Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Sabtu (16/5/2026).
Di hadapan peserta reses, Batianus menekan pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bangka Tengah.
“Kami menitikberatkan beberapa hal anak anak jangan putus sekolah. Anak- anak harus bisa amelanjutkan ke perguruan tinggi karena IPM kita masih 7,2. Sekarang ini sekolah gratis . Kita harus menjaga semangat sekolah anak. Pemahaman jangan hanya tamat SMK atau SMA bisa langsung kerja, tidak perlu kuliah, ini harus perlahan dirubah pola pikirnya,” harap Batianus.
Selain itu, Batianus juga menyoroti kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang cukup tinggi di wilayah Bangka Tengah.
“Kekerasan terhadap anak yang tinggi di Bangka tengah juga sangat memperhatikan. Bukan hanya tugas bupati juga bukan semua dinas tetapi ini peran kita bersama, peran orang tua sangat penting masalah jam keluar malam . Masalah pakaian anak harus diperhatikan jangan orang tua sibuk sendiri. Perhatikan anak anak perempuan. Anak di bawah umur juga menjadi perhatian kita agar tetap di jaga kita bersama,” harap Batianus.
Kabid Kesehatan Masyarakat menyampaikan kekerasan anak dan perempuan tahun 2025 tercatat 10 kasus di wilayah Bangka Tengah.
“Memang kekerasan terhadap anak yang banyak terjadi ini karena orang terdekatnya. Atau tidak jauh dari keluarganya. Peran keluarga sangat penting melapor di desa ada ibu bidan juga di Pustu atau puskesmas agar memberi informasi. Terkait dengan penyakit menular dan tidak menular yang sangat banyak yakni hipertensi, diabetes dan struk. Kami ada program cek kesehatan gratis bagi masyarakat bisa langsung ke puskesmas,” harap Kabid Kesehatan Masyarakat.
Ia merinci ada beberapa jenis pelayanan cek kesehatan gratis yakni cek jantung, gula darah dan dilakukan screninng agar dapat mengetahui semua penyakit yang diderita.
“Kami juga ada pemeriksaan kanker gratis yang kami lakukan untuk pencegahan kanker payudara. Penyakit menular yakni TBC juga lumayan meningkat juga HIV yang jumlah meningkat terjadi pada laki-laki dan ibu rumah tangga,” jelas Kabid Kesehatan Masyarakat.
Terkait BPJS yang ditanggung pemerintah bisa dicek di desa jika ada penunggakan bisa dilayani.
Kabid Peternakan Dinas Pertanian Bangka Tengah, Sukandar menjelaskan
populasi sapi sebanyak 100 ekor di desa Batu Belubang akan terus dikembangbiakan.
“Terkait dengan pengembangan sapi di masyarakat sekitar pihak dinas memfasilitasi secara gratis. Kami ingin mengejar populasi sapi di kecamatan Pangkalan Baru ada program gulir sapi agar masyarakat lain bisa berkembang dengan baik ada juga program CSR pengembangan sapi semoga kami bisa bantu terkait pengembangan hewan ternak,” jelas Sukandar.
Kabid Dinsos PMD menjelaskan target penerima bantuan adalah desil 1 sampai 4.
“Ada bantuan usaha ekonomi produktif desil 1 sampai 4 syarat ada proposal bantuan usaha dan sudah ada usaha terlebih dahulu. Untuk cek cek desil bisa cek di website cek bansos. Juga untuk bencana ada bantuan makanan bagi daerah pasca bencana,” jelas Kabid Dinsos.
Terpisah Kepala UPTD TPI Dinas Perikanan menyampaikan tahun 2026, Desa Batu Belubang menjadi pilihan sebagai kampung nelayan merah putih program presiden.
“Mudah mudahan kita menjadi cikal bakal program presiden. Sebagai masyarakat pesisir kita bisa kecipratan program pusat dan sebagai pendobrak ekonomi masyarakat dan pelaku perikanan dan program pariwisata kami juga mohon dukungan lahan dari pemerintah desa Batu Belubang semoga bisa di tetapkan sebagai calon lokasi kampung nelayan merah putih. Ada juga program jaminan sosial bagi pelaku perikanan kami harapkan masyarakat bisa memiliki BPJs tenaga kerja sebagai antisipasi jika ada kecelakaan kerja para pelaku usaha perikanan di daerah ini,” harapnya.
Ketua DPRD Bangka Tengah, Batianus kembali menegaskan kampung nelayan merah putih bisa menyerap lapangan kerja.
“Ini peluang mengembangkan ekonomi masyarakat di desa. Masyarakat juga bisa bersinergi dengan bidang lain seperti pariwisata dalam mengembangkan potensi yang ada di desa,” ungkap Batianus. (*/rel)






