Anjing Liar Masih Jadi Tantangan Event Outdoor di Bangka, Peserta Sungailiat Duathlon Alami Kecelakaan

Ilustrasi peserta Sungailiat Duathlon menabrak anjing liar.

SUNGAILIAT, LASPELA — Keberadaan anjing liar masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan event outdoor di Kabupaten Bangka.

Kondisi itu terlihat saat pelaksanaan Duathlon Sungailiat 2026 di Pantai Tanjung Pesona, Sabtu (16/5/2026), ketika seorang peserta mengalami kecelakaan usai menabrak anjing yang masuk ke lintasan lomba, yang merupakan wilayah pemukiman penduduk.

Peserta yang mengalami insiden tersebut adalah Rizky, putra Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Rismy Wiramadonna. Dalam debut perdananya mengikuti Duathlon Sungailiat, pelajar kelas 3 SMPN 2 Sungailiat itu sempat terjatuh dari sepeda saat melintas di jalur sekitar Jalan Tanjung Pesona.

“Pas ditanjakan delapan ada anjing yang mengejar peserta di depan saya karena terlalu ke tengah saya tidak sempat ngerem,” ungkap Rizky.

Akibat kejadian tersebut, Rizky mengalami cedera ringan dan sempat tertinggal dari peserta lainnya. Rantai sepedanya juga sempat lepas sebelum akhirnya dibantu seorang kameraman di lokasi.

Meski sempat terjatuh, Rizky tetap melanjutkan perlombaan hingga berhasil mencapai garis finis dan mendapatkan medali Duathlon Sungailiat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Rismy Wiramadonna menyayangkan insiden tersebut.

Menurutnya, keberadaan hewan liar di kawasan pesisir memang masih menjadi persoalan yang sulit dihindari saat event olahraga berlangsung.

“Berbicara hewan di Bangka memang masih banyak yang liar khusus berada di kawasan pesisir pantai,” ungkap Rismy.

Ia mengatakan, sebelum perlombaan digelar pihak panitia sebenarnya sudah berupaya melakukan antisipasi, termasuk mengimbau warga sekitar agar menjaga anjing peliharaan mereka supaya tidak berkeliaran di lintasan lomba.

“Kami sudah mengimbau warga untuk mengikat anjingnya di rumah tidak keluar ke jalan. Kita tidak bisa mengindari lah hal begitu,” kata Rismy.

Selain itu, dinas terkait sebelumnya juga telah diminta membantu penanganan agar hewan liar tidak mengganggu jalannya event sport tourism yang digelar di kawasan Pantai Tanjung Pesona tersebut. (chy/*)