Kasus Malaria Meledak, Status KLB Muncul setelah 12 Tahun Bangka Bebas

Caption : Bupati Bangka Fery Insani saat meninjau screning malaria di Dusun Bubus, Kelurahan Bukit Ketok, Kecamatan Belinyu, Sabtu (9/5/2026). (Dok/Satpol PP Bangka)

SUNGAILIAT, LASPELA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka sudah menetapkan status Kabupaten Bangka sebagai kejadian luar biasa (KLB) Malaria pada tahun 2026 ini.

KLB ditetapkan karena ada sebanyak 19 warga di Dusun Bubus dan Dusun Baru Atap, Kecamatan Belinyu yang positif malaria dan 15 terindikasi terkena malaria saat dilakukan screning.

“Sudah ditetap Kabupaten Bangka sebagai daerah KLB malaria,” kata Bupati Bangka Fery Insani kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).

Padahal sebelumnya menurut Fery, Kabupaten Bangka sejak tahun 2014 sudah dinyatakan sebagai daerah zero malaria.

“Tiba-tiba dia (malaria) muncul, 34 kasus banyak itu disamping DBD (Deman Berdarah Dengue) juga banyak karena sedang musimnya, maka kita langsung fogging,” ungkap Fery.

Oleh karena itu sebagai kepala daerah dia sudah menetapkan KLB. Jika tidak ditetap sebagai daerah KLB malaria maka Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka kesulitan mendapatkan obat malaria.

“Kita tidak tersedia obat malaria karena sudah nol, sudah zero malaria, jadi kita tetapkan KLB, ” tegas Fery.

Untuk pengobatan malaria ini tidak dipungut bayaran alias gratis walaupun ada warga yang tidak memiliki BPJS kesehatan.

“Saya pastikan mereka berobat gratis walaupun tidak punya BPJS,” kata Fery.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Nora Sukma Dewi mengatakan dari 34 penderita kasus malaria yang ditemukan di Dusun Bubus dan Dusun Atap, tinggal 7 orang yang masih menjalani perawatan kesehatan.

“Untuk jumlah pasien yang sudah sembuh sudah cukup banyak dibanding yang masih dirawat. Harapan kami 7 pasien tersebut segera sembuh,” kata Nora.

Diakuinya sebaran kasus malaria di Kabupaten Bangka ini terbilang cukup tinggi setelah tahun 2014, pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wilayah Kabupaten Bangka eliminasi malaria.

Pihaknya memastikan tidak ada penularan lanjutan kasus malaria di Dusun Bubus dan Batu Atap Belinyu setelah dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pengobatan pasien malaria di rumah sakit

“Kami pastikan tidak ada penularan lanjutan kasus malaria di dua dusun tersebut setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan awal atau skrining kepada 200 lebih orang,” ungkap Nora.

Dia juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap nyamuk malaria sehingga perlu menjaga kebersihan lingkungan sekitar. (chy)