PANGKALPINANG, LASPELA — Pemerintah Kota Pangkalpinang berencana memperluas program pendidikan keagamaan bagi pelajar dengan menyiapkan program lanjutan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) khusus untuk anak tingkat SMP mulai tahun 2027.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Prof Saparudin saat menghadiri wisuda santri TPA se-Kota Pangkalpinang yang digelar BKPRMI, Minggu (10/5/2026).
Menurut Saparudin, program tersebut dirancang agar para pelajar SMP kembali aktif mengikuti kegiatan keagamaan di masjid setelah pulang sekolah.
“Kami sedang merencanakan lanjutan program TPA ini untuk anak-anak SMP. Kami sudah berbicara dengan BKPRMI dan insyaallah akan dilaksanakan pada tahun 2027,” ujar Saparudin.
Ia menjelaskan, nantinya para siswa SMP akan diarahkan mengikuti kegiatan mengaji dan pembelajaran bahasa Arab di masjid-masjid mulai waktu Magrib hingga selesai Isya.
“Anak-anak SMP nanti wajib berada di masjid mulai menjelang Magrib hingga selesai Isya untuk belajar mengaji dan belajar bahasa Arab. Sehingga masjid-masjid kita akan diisi oleh anak-anak SMP,” katanya.
Saparudin menilai program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui pendidikan agama sejak dini hingga remaja.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sebagai dasar pembentukan kecerdasan spiritual dan akhlak anak.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan berpikir logis dan rasional, tetapi juga harus membentuk adab serta perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an mengajarkan kita bahwa kecerdasan itu bukan hanya kecerdasan berpikir, bukan hanya kecerdasan logika dan rasional, tetapi juga harus memiliki kecerdasan spiritual, adab, dan akhlak yang baik,” ungkapnya.
Wisuda santri TPA se-Kota Pangkalpinang sendiri berlangsung selama dua hari dengan empat sesi pelaksanaan. Saparudin hadir pada sesi terakhir setelah sebelumnya menjalankan agenda dinas luar kota.
Pada kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga menyampaikan apresiasi kepada BKPRMI serta para ustaz dan ustazah yang telah membimbing para santri hingga menyelesaikan pendidikan TPA. (dnd)
