Lintas Sektor di Babel Komitmen Perkuat Pembangunan Keluarga 

Penandatanganan komitmen lintas sektor dalam Rakorda Program Bangga Kencana Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Serba Guna H. Isyak Zainudin Rabu, (8/4/2026) kemarin secara hybrid. (Foto: ist)

PANGKALPINANG, LASPELA – Lintas sektor di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen untuk mendukung program prioritas presiden menuju Indonesia Emas 2045.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan lintas sektordalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 yang digelar Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bangka Belitung di Belitung, Rabu (8/4/2026).

Rakorda yang mengusung tema Transformasi Kemendukbangga Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” berlangsung di gedung serba guna H. Isyak Zainudin Kabupaten Belitung.

“Alhamdulillah kegiatan Rakorda kemarin berjalan dengan lancar, tentunya makna dari tema tersebut tidak hanya menjadi forum penyelarasan program, tetapi juga panggung lahirnya komitmen lintas sektor untuk memperkuat pembangunan keluarga di Bangka Belitung,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa di Pangkalpinang, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga  Rp3,9 Miliar Mengalir Tiap Hari! Program MBG di Babel Jadi Penggerak Ekonomi dan Gizi

Fazar mengatakan, di tengah tantangan stunting, pengasuhan anak, dan peningkatan kualitas hidup lansia, penandatanganan nota kesepahaman dalam Rakorda menjadi sinyal bahwa pembangunan keluarga telah bergerak menjadi agenda bersama.

“Momentum tersebut semakin kuat ketika sejumlah mitra strategis dari dunia pendidikan, pelatihan vokasi, industri, hingga badan usaha menyatakan komitmennya melalui penandatanganan MoU bersama Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” katanya.

Adapun yang menjadi mitra dari kerjasama tersebut diantaranya Politeknik Belitung, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), PT Mitra Stania Prima (MSP), dan Angkasa Pura.

“Dari kerjasama ini memperlihatkan bahwa Program Bangga Kencana tidak lagi dipandang semata sebagai urusan pemerintah, melainkan sebagai gerakan kolaboratif yang menyatukan kepedulian, sumber daya, dan aksi nyata,” ucap Fazar dengan penuh rasa bangga.

Baca Juga  BKKBN Dorong Kesetaraan dalam KB, Empat Akseptor Jalani MOP di Pangkalpinang

Lanjutnya, dari kerjasama ini merupakan penguatan edukasi kependudukan di perguruan tinggi, implementasi SIDAYA bagi lansia, pembentukan TAMASYA untuk pengasuhan anak, hingga dukungan GENTING dalam pencegahan stunting.

“Seluruh kerja sama tersebut menjadi bukti bahwa transformasi program harus dibangun melalui kemitraan yang konkret dan berdampak,” jelasnya.

Fazar menambahkan, melalui momentum Rakorda Program Bangga Kencana Tahun 2026 ini, sinergi yang dibangun diharapkan mampu memperkuat implementasi program secara berkelanjutan, baik dalam aspek pendidikan kependudukan, peningkatan kualitas hidup lansia, pengasuhan anak, maupun percepatan pencegahan stunting.

“Sehingga kolaborasi yang lahir dari Rakorda ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan keluarga Indonesia yang tangguh, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (chu)

 

 

[Heateor-SC]