BEKISAH 2026 Kembali Digelar, Bank Indonesia Babel Fokus pada Penguatan Ekosistem Halal dan Perdayaan UMKM

Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung saat gelar kegiatan bincang kek media, yang berlangsung di ruang Hutan Pelawan kantor BI Babel, Senin (6/4/2026).

PANGKALPINANG, LASPELA – Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung akan kembali menggelar kegiatam “Bekisah” (Bangka Belitung Ekonomi dan Keuangan Syariah) 2026 di Pangkalpinang dengan fokus pada penguatan ekosistem halal dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung Rommy S. Tamawiwy saat menggelar kegiatan bincang kek media, yang berlangsung di ruang Hutan Pelawan kantor BI Babel, Senin (6/4/2026).

Rommy menjelaskan, BEKISAH (Bangka Belitung Ekonomi dan Keuangan Syariah) merupakan kegiatan tahunan yang diusung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung (KPwBI Babel) sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi, khususnya dari sisi syariah, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Untuk lokasi sama seperti tahun kemarin yakni di Masjid Kubah Timah Pangkalpinang pada 24–26 April 2026, dengan cakupan lokasi yang diperluas hingga halaman belakang masjid,” ujarnya.

Pemilihan lokasi tersebut, lanjut dia, memiliki makna simbolis sebagai ikon Kota Pangkalpinang yang berada di titik nol kilometer serta mencerminkan semangat toleransi karena berdampingan dengan rumah ibadah lain.

“Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan, kita bisa mendorong kemajuan ekonomi dan keuangan syariah di Bangka Belitung,” katanya.

Lanjutnya, Bekisah 2026 merupakan penyelenggaraan keenam yang secara konsisten digelar sebagai bentuk kampanye dan edukasi kepada masyarakat.

“Pengembangan ekonomi syariah tidak bisa dilakukan dalam satu tahun, sehingga kami berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan sekaligus mengajak seluruh masyarakat Bangka Belitung menyadari potensi ekonomi syariah yang besar,” ungkapnya.

Dalam rangkaian kegiatan Bekisah 2026, akan digelar bazar UMKM, literasi keuangan syariah, festival ekonomi syariah, serta tabligh akbar.

“Selain itu, persiapan kegiatan juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman (MoU) laboratorium halal antara Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung dengan perguruan tinggi mitra,” jelasnya.

“Diharapkan kegiatan tersebut dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif dalam memperkuat ekonomi syariah sekaligus mempererat silaturahmi antarumat,” harap Rommy.

Selain itu, juga media memiliki peran penting dalam menyuarakan kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah di Bangka Belitung, sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperkuat.

Menurut dia, secara nasional ekonomi syariah menunjukkan perkembangan yang baik, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk penguatan lembaga keuangan syariah di tengah mayoritas penduduk Muslim.

“Prinsip ekonomi syariah memang berlandaskan nilai-nilai Islam, namun dalam praktiknya terbuka bagi siapa saja untuk berpartisipasi,” katanya.

Rommy menambahkan, salah satu fokus utama saat ini adalah penguatan ekosistem halal, mulai dari produk makanan hingga sektor wisata, terutama dalam mendukung daerah pariwisata.

“Bank Indonesia terus mendorong sertifikasi halal melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak, sehingga diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki sertifikat halal,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pada tahun sebelumnya telah dilakukan pembinaan terhadap 350 juru sembelih halal (Juleha).

“Pada tahun ini sinergi diperkuat bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan LPPOM,” tutup Rommy. (chu)