Pemprov Babel Mengutuk Keras Tindakan Pembantaian Anjing, Bupati Bangka Minta Maaf

Avatar photo
Imbau Setop Kekerasan Terhadap Hewan dari Pemprov Bangka Belitung (Instagram/biro adpim_babel)

SUNGAILIAT, LASPELA — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengutuk keras aksi pembantaian anjing liar yang dilakukan oknuvm Satpol PP Kabupaten Bangka di halaman Kantor Bupati Bangka.

Pemprov Kepulauan Bangka Belitung menyerukan stop kekerasan terhadap hewan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta mengutuk keras setiap tindakan kekerasan dan pembunuhan terhadap hewan,” ungkap Pemprov Bangka Belitung yang diunggah akun instagram @biroadpim_babel.

Peristiwa ini dinilai mencerminkan menurunnya empati serta kurangnya kesadaran akan pentingnya menghargai dan menjaga kehidupan mahluk lain sebagai bagian dan ekosistem yang harmonis.

Ditegaskan, tindakan kekerasan terhadap hewan dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undang yang berlaku.

Untuk itu, Pemprov Bangka Belitung mengajak masyarakat hentikan segala kekerasan terhadap hewan.

“Hewan bukan untuk disakiti. Mereka juga berhak hidup dan dilindungi,” imbaunya.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman mengaku tidak mengetahui aksi pembantaian anjing liar yang dilakukan oleh anak buahnya.

Dia menyebutkan tidak ada perintah untuk membasmi anjing liar yang berkeliaran di Kantor Bupati Bangka.

“Dak de ku juga dak tau, malahan tau dari orang (tidak ada, saya juga tidak tahu justru tahu dari orang,” kata Suherman saat dikonfirmasi wartawan, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, dari pengakuan pelaku oknum Satpol PP tidak ada niat untuk membunuh anjing liar tersebut.

“Pengakuan die dak de niat membunuh , anjing to sering di mushola, beranak pinak di got, diasep tu supaya asuk keluar, rupa a mati ape pingsan (pengakuan pelaku tidak ada niat membunuh anjing. Anjing itu sering di mushola melahirkan di selokan, diasap supaya keluar rupanya mati atau pingsan),” jelas Suherman.

Sementara itu Bupati Bangka Fery Insani meminta maaf atas aksi pembantaian anjing liar yang dilakukan oknum Satpol PP di Kantor Bupati Bangka.

“Saya minta maaf sebagai Bupati Bangka. Saya sudah bilang jangan lagi melakukan seperti itu (membunuh anjing),” kata Fery.

Namun menurutnya keberadaan anjing liar juga menganggu. Seperti terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat menabrak anjir liar.

“Tapi juga harus fair dong, kalau ada anjing liar orang jatuh nabrak anjing, siapa yang dituntut,” sebut Fery.

Dia mengatakan, anjing-anjing liar itu bukan mati akibat ditembak, tetap mati karena diasap.

“Bukan penembakan, mati diasap, tidak ada penembakan karena anjing-anjing itu sering di mushola itu,” kata Fery. (chy)

[Heateor-SC]