PANGKALPINANG, LASPELA — Karang Taruna Kelurahan Temberan kembali menyalurkan santunan Ramadan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tahun ini, sebanyak 380 paket bantuan dibagikan kepada anak yatim piatu, kaum dhuafa, guru ngaji, dan para janda di Kelurahan Temberan.
Kegiatan sosial ini telah berlangsung selama 16 tahun dan menjadi program rutin Karang Taruna setiap bulan Ramadan.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengapresiasi inisiatif para pemuda Karang Taruna Temberan yang terus konsisten berbagi dengan masyarakat.
“Ini merupakan inisiatif dari teman-teman Karang Taruna di Kelurahan Temberan untuk berbagi kepada mustahik, kaum dhuafa, dan anak-anak yatim. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sudah menjadi kegiatan tahunan masyarakat,” ujar Saparudin sesuai menyerahkan bantuan kepada masyarakat, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat selama bulan Ramadan.
“Tadi saya lihat ada sembako, beras, dan minuman. Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat untuk mengurangi beban mereka selama Ramadan dengan semangat berbagi,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi Karang Taruna di kelurahan lain agar lebih aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat.
“Saya kira ini bisa menggugah teman-teman Karang Taruna di kelurahan lain untuk aktif dengan kegiatan-kegiatannya. Salah satu contohnya adalah kegiatan yang dilakukan Karang Taruna Temberan ini,” tambahnya.
Ketua Karang Taruna Temberan, Firmansyah, mengatakan dari total 380 paket yang disalurkan, sebanyak 68 paket diberikan kepada anak yatim piatu.
Sementara sisanya diperuntukkan bagi kaum dhuafa, guru ngaji, dan para janda.
“Untuk yatim piatu kita berikan paket sembako dan santunan uang sebesar Rp200 ribu per orang. Sedangkan untuk dhuafa, guru ngaji, dan janda diberikan beras, minuman, serta santunan tambahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan santunan ini dapat terus berjalan berkat dukungan para donatur, terutama pengusaha yang berada di wilayah Kelurahan Temberan.
“Alhamdulillah kegiatan ini sudah berjalan sejak 2011 hingga sekarang. Banyak pengusaha di Temberan yang mendukung kegiatan ini sehingga bisa terus berjalan setiap tahun,” kata Firmansyah.
Data penerima bantuan sendiri diperoleh melalui kerja sama dengan RT dan RW setempat. Setelah itu, data tersebut kembali diverifikasi agar bantuan tepat sasaran.
“Kami ambil data dari RT/RW, kemudian kami cross-check kembali. Data penerima juga diperbarui setiap tahun,” jelasnya. (dnd)








