Sensus Ekonomi 2026, Pemkab Basel Diharapkan Tahu Potret Kondisi Ekonomi 10 Tahun Terakhir

TOBOALI, LASPELA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Selatan, Agung Rachmadi mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.

Sensus ini terakhir dilakukan di Bangka Selatan pada tahun 2016, sehingga pelaksanaan sensus kali ini menjadi momentum penting untuk melihat berbagai perubahan yang terjadi dalam satu dekade terakhir.

“Sensus ekonomi ini menjadi alat untuk mendapatkan gambaran perkembangan ekonomi selama 10 tahun terakhir, termasuk melihat karakteristik dan struktur usaha mulai dari usaha mikro dan kecil, industri menengah hingga industri besar,” katanya di sela-sela kunjungan ke Diskominfo Bangka Selatan, Selasa (10/3/2026).

Ia berharap pemerintah dapat memperoleh potret kondisi perekonomian daerah secara lebih komprehensif, termasuk mengetahui sektor-sektor unggulan yang dimiliki Kabupaten Bangka Selatan dibandingkan dengan daerah lain.

“Data yang diperoleh nantinya akan menjadi basis atau database penting bagi pemerintah dalam memetakan potensi ekonomi serta menentukan intervensi kebijakan yang tepat berdasarkan hasil sensus ekonomi 2026,” harapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menerima petugas sensus yang akan melakukan pendataan langsung ke rumah tangga, khususnya yang memiliki usaha.

“Masyarakat diharapkan dapat menerima petugas sensus yang datang ke rumah untuk mengumpulkan informasi terkait usaha rumah tangga. Petugas juga dilengkapi dengan surat tugas dan identitas resmi,” ucapnya.

Guna mempermudah proses pendataan, BPS Bangka Selatan akan berkoordinasi dengan perangkat wilayah setempat sebelum pelaksanaan pendataan di lapangan.

“Tujuannya agar memastikan proses sensus berjalan lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Diskominfo Bangka Selatan, Yuri Siswanto, mengatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, khususnya dalam hal penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, Diskominfo memiliki peran strategis dalam memastikan informasi terkait sensus dapat tersampaikan secara luas dan mudah dipahami oleh masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi yang dimiliki pemerintah daerah.

“Kami menyambut baik koordinasi ini dan tentu siap mendukung BPS dalam publikasi serta sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. Melalui media sosial pemerintah daerah, media elektronik, hingga media luar ruang, kami akan membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat agar pelaksanaan sensus ini dapat berjalan lancar,” pungkas Yuri. (Pra)