Musim Gugur
Karya: Metodius Eden Selo
Di taman Getsemani …
Pohon-pohon mulai kering
Daun-daun berubah menjadi hijau kecoklatan
Menandakan musim gugur telah tiba
Aku berlari di area dedaunan
Mataku amat berseri-seri
Hati terasa senang dan terang
Jiwa seperti ingin melayang dan terbang di langit-langit angkasa
“Mengudara”
Karya: Eduardus Julius Odu Langi
Hari ini tetap sama:
Kau menaruh bunga
Yang tak berkata pada jiwa
Yang terbunuh oleh realita
Kata Muria:
“awal mula aku putuskan mati di ujung pena”
Menyisakan Luka Yang Dalam
Karya: Petrus Laksana Pamungkas Tuames
Di tengah malam
Ku duduk di halaman rumah
Dengan sisa rasa cinta
Yang s’lalu terlintas di kepala
Suasana terasa begitu sunyi
Namun …
Tidak dengan isi kepala ini
Yang begitu berisik
S’lalu terlintas di pikiran
Kenangan kita dikala itu
Di bawah senja
Kita berbagi cinta
Tak terasa
Waktu begitu cepat berlalu
Kau t’lah pergi meninggalkanku
Dengan luka yang teramat dalam
Mantra
Karya: Eduardus Julius Edu Langi
Awan menelan air;
menjadi hujan,
menjadi harap,
menjadi segalanya.
Laut kehilangan sedikitnya
Tak Lagi Hebat
Karya: Fransiskus Alexsandro Lodanmbiri
Layar itu sangat hebat
Ia mampu memangkas jarak
Antara kau dan aku
“Ia mampu membuat kau seakan hadir di sebelahku
Kini ia tak lagi hebat
Ia tak lagi buat kamu dekat, kau jauh
Ia tak lagi bisa menghadirkan kau
Ia telah mati
Ujar Pilu
Eduardus Julius Odu Langi
Kau mengajar pilu dari batu dan waktu
Lalu mengambil separuh dari jiwa
Yang bernuansa abu
Kau berasal dari debu
Yang disajikan jauh tanpa memangku
Tubuh tak berdebu



