TOBOALI, LASPELA – Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se Bangka Selatan (Basel) mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka).
Dalam tahapan seleksi ini 132 peserta mengikuti tes Pancasila serta wawasan tentang kebangsaan.
Plt Kepala Badan kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Evie Sastra mengatakan, seluruh tahapan seleksi Paskibraka di Basel menggunakan aplikasi transparansi paskibraka milik Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
“Seleksi ini berjalan transparan, murni dan selektif sesuai dengan kemampuan pengetahuan dan intelektual peserta seleksi calon paskibraka Bangka Selatan tahun 2026,” katanya, Kamis (5/3/2026).
Ia menyebutkan, aplikasi transparansi paskibraka milik BPIP bersifat akuntabel dan bisa di percaya.
Adapun passing grade yang ditetapkan di ambang batas nilai 70 adalah batas minimum kelulusan seleksi pancasila dan wawasan kebangsaan, pola testnya sistem CAT layaknya test CPNS dan PPPK.
Selain itu, para peserta seleksi langsung bisa melihat nilainya sendiri begitu mereka selesai mengerjakan dan menekan menu kumpulkan nilai langsung keluar.
“Untuk minimum kelulusan di seleksi Pancasila dan wawasan kebangsaan polanya seperti layaknya tes PNS dengan CAT dan batas nilai kelulusan 70,” sebut Evi.
Tahapan berikutnya, Kesbangpol akan melanjutkan tes intelegensi umum serta tes kesehatan yang akan selesai pada akhir April nanti.
“Kami berharap bagi peserta yang terpilih nanti semuanya berkompeten dan bisa menjadi salah satu anggota paskibraka Nasional,” pungkasnya. (Pra)








