Kapolres Bangka Barat Soroti Potensi Tanah Jarang dari Kasus Penyelundupan Timah

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, saat konferensi pers.

MENTOK, LASPELA  — Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha menyoroti potensi logam tanah jarang yang dimiliki Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dari kasus penyelundupan yang baru-baru ini berhasil pihaknya ungkap.

Menurut Pradana, pengungkapan ini bukan hanya soal penyelundupan komoditas timah, tetapi juga menyangkut potensi tanah jarang yang terkandung dalam mineral ikutan timah dan memiliki nilai strategis bagi negara.

“Pasir timah ini bukan sekadar komoditas tambang biasa. Di dalamnya terdapat mineral ikutan termasuk unsur tanah jarang yang memiliki nilai luar biasa bagi kepentingan nasional,” ucapnya, Senin (2/3/2026).

Baca Juga  Hari Terkarhir Ops Ketupat 2026, Kapolres Bangka Barat Pastikan Arus Balik Lancar

Pradana mengatakan pihaknya, fokus utama dalam pengungkapan ini adalah menjaga potensi kekayaan negara, terutama kandungan tanah jarang yang memiliki nilai ekonomi dan strategis tinggi.

Tanah jarang digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari alat kesehatan berteknologi tinggi, industri elektronik, baterai kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga sistem pertahanan dan industri militer.

“Kalau ini terus bocor ke luar negeri tanpa kendali, negara bukan hanya rugi secara finansial, tetapi juga kehilangan potensi strategis jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolres Babar Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada Saat Berwisata 

Menurut dia, wilayah Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah yang juga memiliki potensi mineral ikutan bernilai tinggi. Karena itu, pengawasan terhadap aktivitas pengolahan dan distribusi pasir timah akan diperketat.

“Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa sumber daya alam bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan aset strategis yang harus dijaga demi kedaulatan dan masa depan industri nasional,” katanya. (oka)

 

[Heateor-SC]