SUNGAILIAT, LASPELA — Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bangka, Giapul Prabungga mengimbau seluruh calon jemaah haji asal Bangka agar menjaga kesehatannya menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Ia menegaskan, pemeriksaan kesehatan akan kembali dilakukan saat para jemaah tiba di Embarkasi Pangkalpinang sebelum diberangkatkan.
Pemeriksaan tersebut menjadi tahap akhir penentuan kelayakan terbang.
“Diimbau para calon jemaah haji untuk menjaga kesehatannya, karena tahapan kesehatan ini akan diperiksa lagi saat di Embarkasi Pangkalpinang. Itu pemeriksaan terakhir sebelum keberangkatan,” katanya, Jumat (27/2/2026).
Giapul mengingatkan agar para jemaah tidak lengah meskipun saat ini dalam kondisi sehat.
Ia mencontohkan kasus tahun sebelumnya, dimana seorang calon jemaah haji terindikasi menderita penyakit ginjal stadium 5 saat pemeriksaan akhir di embarkasi, sehingga tidak dapat diberangkatkan.
“Jadi jangan merasa karena saat ini sudah sehat lalu tidak menjaga kondisi. Tahun sebelumnya ada yang saat diperiksa di embarkasi terindikasi ginjal stadium lima. Akhirnya tidak bisa diberangkatkan, istrinya berangkat, suaminya ditunda,” jelasnya.
Untuk itu, ia menyarankan agar calon jemaah rutin berolahraga ringan, seperti berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari, baik pagi maupun sore, guna membiasakan fisik menghadapi aktivitas ibadah haji yang cukup menguras tenaga.
“Ibadah haji ini butuh fisik yang kuat karena perjalanannya jauh dan aktivitasnya padat,” ujarnya.
Pada musim haji 1447 H/2026 M, jumlah calon jemaah haji asal Bangka tercatat sebanyak 269 orang.
Dari jumlah tersebut, 248 orang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 8 dan 21 orang lainnya masuk kloter 9.
Ratusan calon jemaah haji tersebut akan diberangkatkan melalui Embarkasi Palembang sebelum bertolak menuju Madinah. (mah)







