MENTOK, LASPELA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat (Babar) melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUP) telah menyediakan lapak untuk pedagang, di lapangan golf Mentok.
Namun, Bazar Ramadan yang disediakan pemerintah tersebut, hampir setiap hari terlihat jauh dari kata ramai, mulai dari pedagang hingga pemebeli terlihat lesu.
Kondisi tersebut berbeda jauh dengan bazar Ramadan yang berada di Tugu Kapal, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, yang setiap hari terlihat padat ramai.
Bupati Bangka Barat, Markus, mengakui pada awal pelaksanaan bazar kondisi memang sepi. Ia bahkan berkelakar bahwa ketika dirinya hadir, suasana mendadak ramai.
“(Tidak seperti biasanya. Sebelumnya sepi tidak ada pembeli) bearti Bupati datang membawa rezeki,” ucapnya, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, bazar Ramadan ini diharapkan menjadi sarana promosi dan penguatan pelaku UMKM, khususnya di Kota Mentok, ia mengatakan, telah memfasilitasi pedagang dengan tenda gratis serta pembagian voucer belanja untuk menarik minat masyarakat.
“Kami berharap UMKM kita bisa semakin hidup karena difasilitasi Pemkab. Tahun ke depan kita ingin lebih baik lagi. Tadi juga kita lihat masyarakat mulai antusias,” katanya.
Namun, pernyataan itu tak sepenuhnya menjawab realitas di lapangan. Jumlah pedagang yang bergabung relatif sedikit dan tersebar.
“Daya tarik pembeli tadi kita memberikan voucher. Tenda gratis tidak mambayar. Ini sedikit tendanya karena pedagang sudah terpecah-pecah,” ucapnya.
Markus mengatakan, salah satu kendala mengumpulkan UMKM adalah sulitnya mengumpulkan pedagang di satu titik.
“Namanya juga pedagang tidak dapat di paksa, dia mau bedagang di mana saja,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan persoalan mendasar dalam perencanaan. Di saat bazar masyarakat di Tugu Kapal Mentok lebih strategis dan dekat dengan keramaian. Sementara, lokasi bazar Ramadhan Pemkab Bangka Batat dinilai kurang menarik arus pembeli.
Dengan begitu, pedagang pun memilih tempat yang dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi.
Namun, Markus berencana ke depan akan membuat bazar Ramadan menjadi sentral di Lapangan Gelora Mentok, seperti tahun-tahun lalu.
“Ke depannya kan harapan kita di lapangan gelora setelah klaster eropa, lebih dekat dengan kota jadi masyarakat tidak kejauhan,” pungkasnya. (oka)








