“Tidak ada perbedaan agama, semua masyarakat sama, saling hormat, berjalan dengan baik dan ramah tamah. Tahun Kuda Api bagaimana kita membangun Bangka Belitung,” Gubernur Babel, Hidayat Arsani
“Di tahun Kuda Api, Bangka Belitung diharapkan benar-benar berlari kencang bukan hanya dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam memperkokoh persaudaraan dan toleransi yang telah menjadi identitas daerah ini,” Bambang Patijaya, Ketua Komisi XII DPR RI
“Kalau tahun Kuda Api ibarat dengan binatang yang suka bekerja keras dan maju tangguh ke depan. Api itu melambangkan semangat. Jadi tahun 2026 kita harus bekerja keras, melihat jauh ke depan dengan kecepatan, karena kuda itu gesit dan cepat, tentunya dengan semangat yang menyala,” Thomas Jusman, WKU Bidang Pengembangan Infrastuktur Strategis dan Pembangunan Pedesaan serta Transmigrasi KADIN Indonesia
PANGKALPINANG, LASPELA–Warga keturunan Tionghoa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merayakan Tahun Baru Imlek 2577. Shio berubah dari Tahun Ular menjadi Tahun Kuda. Dekorasi bertema kuda bermunculan di pusat perbelanjaan, ucapan selamat meriah terpampang di papan reklame, emoji kuda dan angpao bermunculan di layar ponsel, kelap-kelip lampu lampion menghiasi lorong dan jalan. Dan satu tradisi di negeri Serumpun Sebelai yakni silahturami dan ucapan selamat dari warga lintas budaya dan agama menambahkan kemeriahan dan keberagaman perayaan Imlek. Tradisi silahturahmi memberi warna tersendiri. Dan Gubernur Babel didampingi Kapolda Babel: Irjen Pol Dr. Viktor T. Sihombing, Kajati Babel, Danrem 045/Gaya Babel, Brigjen TNI Nur wahyudi, Danlanal Babel, diwakili Mayor Laut (P) Putra Yudha, Danlanud Babel, diwakili Danpos TNI AU Letda (Lek) Oki Wijaya, Kepala BIN Daerah Babel, Han Wisnu Wardoyo, Pj. Sekretaris Daerah Babel, Fery Afriyanto, dan beberapa pejabat eselon Pemprov Babel serta Wali Kota Pangkalpinang, Saparuddin dan Bupati Bangka, Fery Insani memberi teladan silahturahmi, harmoni dan toleransi. Bersama unsur Forkopimda Gubernur Babel melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Infrastuktur Strategis dan Pembangunan Pedesaan serta Transmigrasi KADIN Indonesia, Thomas Jusman, serta Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, dalam rangka merayakan Imlek 2026, Selasa (17/2/2026).
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan lintas agama dan budaya.
“Kebersamaan, saling memaafkan dan silaturahmi tidak ada perbedaan dalam suatu agama dan kita juga tidak ada perbedaan dalam kebersamaan,” ujarnya.
Hidayat Arsani menekankan bahwa Bangka Belitung telah lama dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi yang baik. Menurutnya, perayaan Imlek menjadi momentum memperkuat rasa saling menghormati di tengah keberagaman.
“Tidak ada perbedaan agama, semua masyarakat sama, saling hormat, berjalan dengan baik dan ramah tamah. Tahun Kuda Api bagaimana kita membangun Bangka Belitung,” tambahnya.
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyebutkan semangat “Kuda Api” yang identik dengan energi, keberanian, dan kerja keras dinilai selaras dengan tekad pemerintah daerah untuk terus mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Di tahun Kuda Api, Bangka Belitung diharapkan benar-benar berlari kencang bukan hanya dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam memperkokoh persaudaraan dan toleransi yang telah menjadi identitas daerah ini,” sebut Bambang Patijaya.
Terpisah, Thomas Jusman memaknai Tahun Kuda Api 2026 sebagai simbol kerja keras, ketangguhan, dan semangat yang menyala.
“Kalau tahun Kuda Api ibarat dengan binatang yang suka bekerja keras dan maju tangguh ke depan. Api itu melambangkan semangat. Jadi tahun 2026 kita harus bekerja keras, melihat jauh ke depan dengan kecepatan, karena kuda itu gesit dan cepat, tentunya dengan semangat yang menyala,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap perayaan hari besar baik Imlek, Idulfitri, maupun tradisi keagamaan lainnya, pada dasarnya membawa pesan yang sama: harapan akan kehidupan yang lebih baik.
“Harapannya tentu semuanya akan lebih baik. Manusia selalu berharap lebih baik. Dengan harapan itu kita punya semangat. Tapi jangan lupakan semua itu adalah berkat dari Yang Maha Kuasa. Kita boleh merencanakan dan berikhtiar, tapi akhirnya semuanya atas rahmat Tuhan, dan harus tetap optimis,” ungkapnya.
Perayaan Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian kalender bagi masyarakat Tionghoa. Di balik tradisi sembahyang leluhur, makan bersama keluarga, dan ragam ritual lainnya, tersimpan refleksi mendalam tentang rasa syukur, harapan, dan semangat menyongsong masa depan yang lebih baik. Tahun Kuda Api, sebuah simbol energi, keberanian, dan kerja keras. Tahun ini dalam kalender Tionghoa dikenal sebagai kombinasi langka antara shio Kuda dan elemen Api yang dipercaya membawa dinamika, perubahan besar, sekaligus peluang.
Bupati Bangka Barat, Markus berharap perayaan Imlek dapat berlangsung meriah dan dirayakan dengan tertib. Selain perayaan, bagi Markus yang terpenting adalah ketertiban dan kerukunan antar umat beragama yang paling diutamakan.
“Kita tahu di daerah kita ini masyarakatnya sangat membaur, tentunya kita berharap masyarakat selalu menjaga kerukunan di Bangka Barat ini,” ujarnya.
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari PDI Perjuangan, Me Hoa, memaknai Tahun Kuda Api sebagai momentum perjuangan dan kerja keras, khususnya bagi daerah.
“Pikiran saya dengan tahun kuda api ini, sangat tepat sekali untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dimana harus bekerja keras, harus berjuang dalam konteks penataan. Semua sedang melakukan penataan dan melakukan kolaborasi dalam penataan Negari Serumpun Sebalai ini,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (14/2/2026).
Ketua PSMTI Babel, Hermanto Phoeng atau akrab disapa Aliong, turut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya perayaan Imlek bersama tersebut.
“Selamat Tahun Baru Imlek 2577. Semoga membawa kebahagiaan, kesejahteraan, rezeki berlimpah, dan tahun ini menjadi lebih baik dari sebelumnya,” harapnya. (rul/rel/omah/chu)








